Sejarah

Sejarah Desa Ploso

ploso | Minggu, 19 Januari 2014 - 13:30:05 WIB | dibaca: 2929 pembaca

Pada sekitar abad-16 masa megah dan jayanya Mangkunegaran, Desa Ploso yang saat itu masih hutan dan keramat, namun sudah dikenal oleh para bangsawan dari Mangkunegaran.

Pada saat itu ada seorang bangsawan dari Mangkunegaran yang mencari tempat keramat untuk menguji mental (bertapa) di Gunung Gede yang terletak di perbatasan Ploso – Jawa Tengah. Bangsawan tersebut bernama KENDIL WESI.

Setelah selesai uji mental di Gunung Gede, KENDIL WESI mencari lokasi untuk uji mental ( bertapa ) ditempat yang dianggap masih keramat yaitu di Gedong Dusun Ploso Desa Ploso. Setelah beberapa tahun kemudian KENDIL WESI menetap di Gedong, yang akhirnya menjadi suatu perkampungan.

Kurang lebih Tahun 1704 dari keturunan KENDIL WESI diangkat menjadi Demang yang pertama namun sampai saat ini belum bisa kami ketahui nama dari Demang yang pertama Pada saat itu Demang pertama menanam pohon Ploso didekat makam KENDIL WESI.. Maka, nama Desa Ploso diambil dari nama pohon Ploso yang ditanam oleh Demang Pertama. Setelah masa pemerintahan demang pertama selesai, untuk Desa Ploso masih di pimpin dari keturunan KENDIL WESI yang bernama KARTOJO sebagai demang yang ke dua. Dan makam Kendil Wesi sampai sekarang ini masih dianggap keramat yang dikenal dengan nama PUNDEN GEDONG. Pada masa kepemimpinan Demang KARTOJO perkampungan tersebut mulai terpimpin dan terarah sehingga masyarakat merasa tenang dan tenteram.

Setelah Demang KARTOJO wafat, diganti oleh Demang ATMOREJO yang memimpin pada tahun 1802 – 1957 (Demang III) . Pada saat kepemimpinan Demang ATMOREJO, mengingat penduduknya yang semakin banyak, maka pada saat itu mulai terjadi pemekaran wilayah atau pedukuhan. Yang semula 1(satu) dukuh menjadi 6 (enam) dukuh. Yaitu: Ploso, Mrayun, Kepuh, Pundung, Bubakan, dan Sulang.

Setelah Demang ATMOREJO wafat, digantikan oleh Demang KARTODIKROMO yang memimpin pada tahun 1858 – 1913 (Demang IV). Terkait perkembangan penduduk semakin banyak, maka pada masa kepemimpinan Demang KARTODIKROMO mengalami pemekaran pedukuhan. Yang semula 6 (enam) dukuh menjadi 12 (dua belas) dukuh. Yaitu : Ploso, Mrayun, Kepuh, Pundung, Bubakan, Sulang, Duwet, Ngelo, Bandulan, Jatisari, Pacing dan Kalitelu . Sehingga pada masa kepemimpinan Demang KARTODIKROMO Desa Ploso menjadi 12 (dua belas) pedukuhan sampai sekarang.

Adapun nama – nama pemimpin Desa Ploso sejak dahulu sampai sekarang sebagai berikut:

 

No

NAMA

TEMPAT

MASA KEPEMIMPINAN

1

Belum Diketahui

Dsn. Ploso

s/d 1704

2

DEMANG KARTOJO

Dsn. Ploso

1704  s/d 1802

3

DEMANG ATMOREJO

Dsn. Ploso

1802 s/d 1857

4

DEMANG KARTIDIKROMO

Dsn. Ploso

1857 s/d 1913

5

DEMANG GUNO SEMITO

Dsn. Kepuh

1913 s/d 1914

5

WIRYODIKROMO

Dsn. Ploso

1914 s/d 1947

7

MARTOHARJO

Dsn. Mrayun

1947 s/d 1965

8

SUMARTO

Dsn. Mrayun

1967 s/d 1968

9

S.  ADISISWOJO

Dsn. Ploso

1967 s/d 1968

10

JURI

Dsn. Mrayun

1968 s/d 1969

11

FADELAN

Dsn. Ploso

1970 s/d 1981

12

KARIMAN

Dsn. Mrayun

1981 s/d 1989

13

SOKIRAN

Dsn. Ploso

1989 s/d 1997

14

YACUB EFFENDI, BA (Pjs)

Kec. Punung

1997 s/d 2002

15

KARTINI

Dsn. Mrayun

2002 s/d 2007

16

SUTRISNO

Dsn. Ploso

2007 s/d 2013

17

AGUS CAHYONO, S.Pd.I

Dsn. Kepuh

2013 s/d sekarang

 

Upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 68 tahun 2013 dilaksanakan di Makam Kendil Wesi










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)