Kesehatan

Penyakit Menular

ANTHRAX.....

ploso | Rabu, 22 Februari 2017 - 11:25:35 WIB | dibaca: 917 pembaca

Anthrax (antraks) adalah penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Meskipun anthrax terutama mempengaruhi ternak dan hewan liar, manusia dapat terinfeksi melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan hewan yang sakit.

Biasanya, anthrax tidak menular dari orang ke orang, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi, lesi kulit antraks dapat menular.

Di Indonesia, anthrax pertama kali ditemukan di Teluk Betung Propinsi Lampung pada tahun 1884. Pada tahun 1885 dilaporkan terjadi anthrax di Buleleng (Bali), Rawas (Palembang) dan Lampung. Pada tahun 1886 anthrax dilaporkan terjadi di daerah Banten, Padang, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Menurut Sukmanegara, seorang ahli yang mendalami penyakit anthrax, epidemi penyakit ini pada sapi, kerbau, kambing, domba dan babi terjadi pada periode 1906- 1957 di berbagai daerah di Indonesia seperti Jambi, Palembang, Padang, Bengkulu, Buktitinggi, Sibolga, Medan, Jakarta, Purwakarta, Bogor, Priangan, Banten, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Surakarta, Banyumas, Madiun, Bojonegoro, Sumbawa, Sumba, Lombok, Flores, Bali, Sulawesi Selatan, Manado, Donggala dan Palu.

Tahun 1975, wabah anthrax berjangkit di enam daerah, yaitu Jambi, Jawa Barat, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan dan Sulewesi Tenggara. Derajat sakit (morbidity rate) tiap 100.000 populasi hewan dalam ancaman tiap provinsi menunjukkan derajat tertinggi ada di Jambi (530 tiap 100.000) dan terendah di Jawa Barat (0,1 tiap 100.000). Dari laporan itupun diketahui, lima daerah mempunyai derajat sakit lebih rendah dari 15 tiap 100.000 populasi dalam ancaman dan hanya Jambi yang  mempunyai angka ekstrim. Tahun 1980, di Nusa Tenggara Timur terjadi anthrax di Sumba Timur yang meminta korban sapi, kuda, kerbau, babi,anjing, dan manusia. Hewan yang paling banyak terserang adalah kuda. Manusia yang terserang tidak ada yang mati, tetapi 14 orang menderita karbunkel kulit. Pada tahun 1990 dilaporkan terjadi serangan penyakit anthrax terhadap peternakan sapi perah di Kabupaten Semarang dan Boyolali yang menyebabkan kematian ratusan ekor sapi. Pada tahun 1994 laporan serangan  anthrax hanya berasal dari Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Barat. Pada bulan April 1997 Indonesia sempat dikejutkan adanya berita kasus anthrax pada sapi yang terjadi di Victoria dan New South Wales (Australia), sebab sebagian daging sapi yang dijual di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia,berasal dari Australia.

Maka ,untuk melindungi konsumen diIndonesia, Direktorat Jenderal Peternakan sempat mengeluarkan larangan sementara impor daging sapi dan bahan-bahan asal hewan dari Australia itu, sampai situasi benar-benar aman. Pada tahun 2000, Indonesia di kejutkan lagi dengan munculnya anthrax di peternakan burung unta / Struthio camelus, di Purwakarta, Jawa Barat, bahkan satu-per satu warga yang terserang anthrax bermunculan.

 

Meskipun anthrax terutama mempengaruhi ternak dan hewan liar, manusia dapat terinfeksi melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan hewan yang sakit.

Biasanya, anthrax tidak menular dari orang ke orang, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi, lesi kulit antraks dapat menular.

Paling sering, bakteri anthrax masuk ke dalam tubuh melalui luka pada kulit.

Seseorang juga dapat terinfeksi karena memakan daging terkontaminasi atau menghirup spora bakteri.

Tanda dan gejala anthrax bervariasi mulai dari luka pada kulit, mual, hingga muntah serta shock.

Pengobatan yang tepat dengan antibiotik dapat menyembuhkan kebanyakan infeksi anthrax yang diakibatkan kontak kulit atau daging yang terkontaminasi.

Sedangkan antrax yang terhirup lebih sulit diobati dan bisa berakibat fatal.

Gejala

Terdapat tiga jenis anthrax, masing-masing dengan tanda dan gejala yang berbeda.

Dalam kebanyakan kasus, gejala berkembang dalam waktu tujuh hari setelah terpapar oleh bakteri.

Berikut adalah 3 jenis anthrax dan gejalanya:

1. Anthrax kulit (cutaneous anthrax)

Anthrax jenis ini masuk ke dalam tubuh melalui luka pada kulit dan menjadi jenis paling umum dari anthrax.

Anthrax kulit juga paling ringan dan dengan pengobatan yang tepat jarang berakibat fatal.

Tanda dan gejala antrax kulit meliputi:

– Kulit yang bengkak dan benjol serta gatal menyerupai gigitan serangga yang cepat berkembang menjadi sakit dengan pusat bengkak berwarna kehitaman

– Pembengkakan pada kelenjar getah bening dekat area yang terkena

2. Antrax Pada Saluran Pencernaan

Anthrax jenis ini terjadi saat seseorang memakan daging tidak matang dari hewan yang terinfeksi.

Tanda dan gejala anthrax gastrointestinal meliputi:

– Mual
– Muntah, yang sering disertai darah pada tahap lanjut penyakit
– Kehilangan nafsu makan
– Demam
– Diare parah disertai darah pada tahap akhir penyakit
– Sakit tenggorokan dan kesulitan menelan
– Leher bengkak

3. Anthrax Pada Paru-paru (Inhalasi)

Anthrax inhalasi terjadi ketika seseorang menghirup spora anthrax dan menjadi jenis yang paling mematikan.

Tanda dan gejala awal antrax inhalasi meliputi:

– Gejala seperti flu, seperti sakit tenggorokan, demam ringan, kelelahan dan nyeri otot yang dapat berlangsung beberapa jam atau beberapa hari

– Ketidaknyamanan pada dada

Seiring penyakit semakin berkembang, gejala akan meliputi:

– Demam tinggi

– Kesulitan bernapas

– Shock

4. Anthrax Meningitis

Peradangan otak dan sumsum tulang belakang yang berpotensi mengancam nyawa

 

Penyebab

Spora antrax berasal dari bakteri anthrax yang terjadi secara alami dalam tanah di sebagian besar wilayah dunia.

Spora ini bisa berada dalam kondisi tidak aktif selama bertahun-tahun sampai menemukan inang yang sesuai seperti hewan liar atau berbagai hewan ternak (domba, sapi, kuda, kambing, unta).

Hewan ternak dan hewan liar terinfeksi yang melakukan kontak dengan manusia akan menularkan anthrax.

Faktor Risiko

Untuk terkena anthrax, seseorang harus mengalami kontak langsung dengan spora antrax.

Risiko kontak dengan spora anthrax akan semakin tinggi pada:

– Personel militer yang ditugaskan ke daerah dengan risiko tinggi anthrax

– Bekerja dengan antrax di laboratorium

– Menangani kulit binatang, bulu atau wol dari daerah dengan insiden tinggi anthrax

– Bekerja di klinik hewan, terutama jika berurusan dengan ternak

 

PENANGANAN PENYAKIT

Pada hewan : pada setiap kejadian atau dugaan anthrax pada hewan harus segera  dilaporkan kepada Dokter Hewan yang berwenang dan Dinas Peternakan setempat, karena dampaknya bisa sangat luas apabila dilakukan penanganan yang salah.

Pengobatan

Dapat menggunakan penisilin, tetrasiklin, dan preparat sulfa. Apabila pengaruh obat sudah hilang, vaksinasi baru dapat dilakukan sebab pengobatan dapat mematikan endospora yang terkandung dalam vaksin. Untuk memutus rantai penularan, bangkai ternak tersangka anthrax dan semua material yang diduga tercemar misalnya karena pernah bersinggungan dengan hewan penderita harus dimusnahkan dengan cara dibakar atau dikubur dalam-dalam serta bagian atas dari lubang kubur dilapisi batu kapur secukupnya.

Area penguburan hendaknya diberi tanda supaya semua pengembalaan hewan di area sekitar menjauhi lokasi penguburan.

Pada manusia : penanganan yang baik senantiasa harus berpedoman pada pengamatan komprehensif, sehubungan dengan penanganan penyakit antraks ini perlu kiranya dilakukan anamnesa terarah karena diagnosa dini penyakit anthrax umumnya sulit ditegakkan. Seperti diketahui bahwa pada awalnya anthrax menunjukkan gejala dan tanda yang bersifat umum seperti demam subfebris, sakit kepala. Oleh karena sebagian segera diberikan antibiotika sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Untuk kasus anthrax inhalasi, Food and Drug administration / FDA menganjurkan penggunaan antibiotika penisilin, doksisiklin, dan siprofloksasin sebagai antibiotika pilihan.

 

PENCEGAHAN

Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mencegah penularan anthrax pada manusia

diantaranya dengan menghindari kontak langsung dengan bahan atau makanan yang berasal dari hewan yang dicurigai terkena anthrax. Selain itu perlu dilakukan pemusnahan bangkai hewan yang mati karena anthrax secara benar sehingga tidak memungkinkan endospora dari bakteri ini untuk menjadi sumber infeksi. Vaksinasi pada hewan ternak perlu dilakukan untuk mencegah infeksi pada ternak sapi, kerbau, kambing, domba maupun kuda.










Komentar Via Website : 39
QNC JELLY GAMAT
17 Mei 2017 - 22:12:16 WIB
the best day for everydays https://goo.gl/wTVuFS | http://khasiatqnc.jellygamatgoldgtradisional.com begin this!!!!
Hepatsure Capsule
08 Juni 2017 - 15:24:01 WIB
tak pernah bosan membaca berita-berita di website ini > https://goo.gl/Fnj71r -- https://goo.gl/oZUv41 -- https://goo.gl/x7nSnB <
Pengobatan Lemah Sayhwat
02 Agustus 2017 - 15:06:56 WIB
Qnc Jelly Gamat
03 Agustus 2017 - 00:59:52 WIB
i have a nice day!!! https://goo.gl/o6Jhh9 oke brother
ani
04 Agustus 2017 - 09:00:58 WIB
informasinya sangat menarik, di tunggu informasi selanjutnya http://gg.gg/5bqxx


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)