informasi

Padi SRI

Tanam Padi Metode S.R.I

ploso | Jumat, 16 Mei 2014 - 21:30:06 WIB | dibaca: 5468 pembaca

S.R.I. adalah teknik budidaya padi yang mampu meningkatkan produktivitas padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air, dan unsur hara. Metode S.R.I. ini terbukti telah berhasil meningkatkan produktivitas padi sebesar 50 % bahkan di beberapa tempat mencapai lebih dari 100 %.

Teknik S.R.I. ini telah berkembang di 36 negara antara lain Indonesia, Kamboja, Laos, Thailand, Vietnam, Bangladesh, Cina, Nepal, Srilanka, Gambia, Madagaskar dan lainnya.

Dalam budidaya padi metode S.R.I. ini ada beberapa prinsip yang menjadi ketentuan, yaitu :

a.    Tanam bibit muda berusia kurang dari 12 hari setelah sebar (hss) ketika bibit masih berdaun 2 helai.

b.    Tanam bibit satu lubang satu batang dengan jarak tanam biasa 25 Cm x 25 Cm, 30 Cm x 30 Cm atau legowo 2.

c.    Pindah tanam harus hati-hati karena batang masih lemah dan akar tidak putus dan ditanam tidak dalam.

d.    Pemberian air maksimal 2 Cm dengan cara intermitten (berselang).

e.    Penyiangan sejak awal pada umur 10 hari dan diulang sampai 3 kali dengan interval 10 harian.

f.    Upayakan menggunakan pupuk organik.

 

Kelebihan S.R.I. dibandingkan dengan tanam padi secara biasa petani (konvensional) adalah :

a.    Tanaman hemat air.

b.    Hemat biaya benih.

c.    Hemat waktu karena panen lebih awal.

d.    Produksi bisa meningkat.

 

Budidaya Padi Metode S.R.I.

a.    Pengolahan Tanah

    Tanah dibajak sedalam 25 – 30 Cm.

    Benamkan sisa-sisa tanaman dan rumput-rumputan

    Gemburkan dengan garu sampai terbentuk struktur lumpur yang sempurna, lalu diratakan sehingga saat diberikan air ketinggiannya di petakan sawah merata.

    Sangat dianjurkan pada waktu pembajakan diberikan pupuk organik (pupuk kandang,pupuk kompos,pupuk hijau).

 

b.    Pemilahan Benih Bernas dengan Larutan Garam

Untuk mendapatkan benih yang bermutu baik (bernas) maka perlu dilakukan pemilihan, walaupun benih tersebut dihasilkan sendiri, atau benih berlabel yaitu dengan menggunakan larutan garam dengan langkah-langkah sebagai berikut:

    Masukan air kedalam ember, kemudian masukan garam lalu diaduk sampai larut, jumlah garam dianggap cukup bila telur itik bisa mengapung.

    Masukan benih padi kedalam ember, kemudian pisahkan benih yang mengambang dengan yang tenggelam. Selanjutnya benih yang tenggelam/benih yang bermutu dicuci dengan air biasa sampai bersih. 

 

c.    Perendaman dan Pemeraman Benih

Setelah uji benih selesai proses berikutnya adalah:

    Benih yang bermutu (tenggelam) direndam dalam air bersih selama 24-48 jam.

    Setelah direndam, dianginkan (ditiriskan) selama 24-48 jam sampai berkecambah

d.    Persemaian

Persemaian  untuk budidaya S.R.I dapat dilakukan dengan mempergunakan baki plastik atau kotak yang terbuat dari bambu/besek. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pemindahan, pencabutan, dan penanaman.

Proses persemaian adalah sebagai berikut:

    Benih yang dipergunakan tergantung pada kebiasaan/ kesukaan petani (bermutu baik/bernas).

    Penyiapan tempat persemaian dilapisi dengan daun pisang yang sudah dilemaskan, kemudian diberikan tanah yang subur bercampur kompos (perbandingan 1:1), tinggi tanah pembibitan sekitar 4cm.

    Benih yang ditaburkan ke dalam tempat persemaian, kemudian ditutup tanah tipis. 

e.    Penanaman

    Pola penanaman bibit metoda S.R.I adalah bujur sangkar 30 x 30 cm, 35 x 35 cm atau lebih jarang lagi misalkan sampai   50 x 50 cm pada tanah subur.

    Garis-garis bujur sangkar dibuat dengan caplak.

    Bibit ditanam pada umur 5-15 hari (daun dua) setelah semai, dengan jumlah bibit per lubang satu, dan dangkal 1-1,5 cm, serta posisi perakaran seperti huruf L.

f.    Pemupukan

Takaran pupuk  an-organik (kimia) disesuaikan dengan anjuran. Hasil Demplot digunakan pupuk kimia sebagai berikut:

    Pemupukan I pada umur 7-15 HST dengan dosis Urea 125kg/Ha, SP-36 100kg/ha.

    Pemupukan II pada umur 20-30 HST dengan dosis Urea 125kg/ha

    Pemupukan III pada umur 40-45 HST dengan dosis ZA 100kg/ha. jika tanaman belum bagus.

Metode S.R.I sangat menganjurkan pemakaian pupuk organik (pupuk kandang, kompos atau pupuk hijau/daun-daunan), penggunaan pupuk organik selain memperbaiki struktur tanah juga bisa mengikat air/menghemat air.  

g.    Penyiangan

Penyiangan dilakukan dengan mempergunakan alat penyiang jenis landak atau rotary weeder, atau dengan alat jenis apapun dengan tujuan untuk membasmi gulma dan sekaligus penggemburan tanah.  Penyiangan dilakukan sebanyak 3 kali atau lebih, sesuai kondisi sawah. Semakin sering dilakukan penyiangan akan dapat meningkatkan produksi.

h.    Pemberian air secara terputus/berselang

Dengan cara terputus-putus (intermitten) dengan ketinggian air di petakan sawah maksimum 2 cm, paling baik macak-macak (0,5 cm).  Pada periode tertentu petak sawah harus dikeringkan sampai tanahnya pecah-pecah rambut.

i.    Panen

Panen dilakukan setelah tanaman sudah tua dengan ditandai menguningnya semua bulir secara merata atau masaknya gabah. Bulir padi telah benar-benar bernas berisi. Bila dihitung dari pesemaian, maka umur panen lebih singkat dibandingkan dengan cara konvensional.

 (sumber : Deptan)










    Komentar Via Website : 48
    Tahan Lama
    10 Juni 2014 - 14:59:38 WIB
    Ejakulasi Dini Tradisional
    11 Juni 2014 - 13:03:10 WIB
    Artikelnya yang sangat Keren dan Bermanfaat..!!!
    http://goo.gl/6ZLofJ | http://goo.gl/UvBV7H | http://goo.gl/X6t72O | http://goo.gl/JGNFGS |
    http://goo.gl/ZlfGzH | http://goo.gl/ZlfGzH |

    thank you very much..!!!Infonya keren bangaet..!!!
    Pengobatan Kanker Darah
    13 Juni 2014 - 10:05:13 WIB
    Ga bakalan memaksa ga bakalan.

    http://goo.gl/9l52ie
    Pengobatan Alami Kanker Hati Tanpa Efek Samping
    03 Juli 2014 - 14:41:55 WIB
    Seneng Banget Bisa Sama Kaka untuk Menemani seumur hidup
    Semoga sukses kedepannya

    http://goo.gl/yLm4Vt
    Cara Mengobati Radang Sendi
    19 Juli 2014 - 15:58:16 WIB
    Artikel dan blognya keren sekali gan, saya tunggu updatean terbarunya??

    http://goo.gl/hp9crG
    Pengobatan Infeksi Paru Paru
    22 Juli 2014 - 15:57:40 WIB
    Selamat menunaikan ibadah puasa..
    semangat....

    http://goo.gl/UX0KNt
    Bronkitis
    11 Agustus 2014 - 16:02:28 WIB
    Terima Kasih Banyak Atas Infonya
    Sukses Selalu Buat Kedepannya Amin http://goo.gl/hyVcIB
    tarsud
    26 Oktober 2014 - 18:40:43 WIB
    Perokok pasif http://goo.gl/kyxEtL merupakan istilah umum yang dipakai untuk http://goo.gl/opiZqv menggambarkan seseorang yang tidak merokok, http://goo.gl/RA29s2 namun berada di sekitar tempat orang yang http://goo.gl/PEcNHJ sedang merokok. Berdasarkan faktanya, http://goo.gl/PJ6FnV perokok pasif menanggung http://goo.gl/Z0CKsL dampak yang lebih besar terkait kesehatan dibandingkan dengan perokok aktif.
    koroner
    02 Desember 2014 - 13:59:53 WIB


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)