Pada sosialisasi tersebut sebagai narasumber adalah Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan, dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya para pedagang kayu maupun pemilik kayu yang menerangkan bahwa hutan tersebut milik rakyat. Sehingga diharapkan jangan sampai ada penebangan kayu yang sifatnya tidak sesuai dengan aturan yang ada. Rapat tersebut dihadiri oleh unsur kelembagaan yang berada di Ploso, Perangkat desa, BPD, pedagang kayu suplayer maupun penyedia jasa angkut. “Dihadiri oleh DLH dan yang hadir adalah Bapak Ari Priyambodo selaku bidang konservasi, mendatangkan beliau karena kasus yang ada, yaitu sumber air di Desa Ploso hampir punah, karena kayu-kayu yang sifatnya menyimpan air sudah jarang ditemukan,” Ujar Agus Cahyono. Pemerintah Desa Ploso menggalakkan untuk mengembalikan mata air tersebut dengan cara menanam kayu-kayu yang sifatnya menyimpan air, misalnya trembesi dan pohon miri, dan sudah ditindak lanjuti oleh LPMD yang sudah dilaksanakan secara serentak di 12 Dusun. Rapat sosialisasi tata kelola kayu rakyat dilaksanakan pada Jum’at (31/01/2020). “Harapannya rapat tersebut dilakukan secara berkala, karena untuk keberlangsungan pemahaman kepada masyarakat maupun kepada mereka-mereka yang saya hadirkan dalam rapat tersebut memang perlu adanya pemahaman yang berkala,” Pungkas Agus Cahyono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Peta Desa

Statistik