Air memiliki peranan cukup penting bagi kehidupan manusia, karena manusia tidak bias hidup tanpa air. Namun seiring bertambahnya populasi manusia di bumi mengakibatkan bertambahnya pula kebutuhan manusia dan salah satunya air. Sementara itu, satu-satunya sumber air bersih terjangkau yang bisa digunakan hanyalah air tanah atau air sumur, sebab air tersebut terletak di bawah daratan dangkal.

Salah satu masalah yang terkadang ditemui berkaitan dengan kualitas air sumur adalah air sumur yang mengandung kapur. Air sumur berkapur tidak hanya bisa terjadi di daerah yang memang secara geografis tanahnya mempunyai kandungan kapur tinggi, seperti daerah disekitar pegunungan kapur. Pada musim kemarau, kadar zat kapur akan semakin tinggi karena terjadi pendangkalan air sumur.

Apabila penggunaan air sumur yang mengandung kapur dengan jangka waktu yang panjang, hal ini dapat memicu berbagai macam gangguan kesehatan dan timbulnya bermacam penyakit bagi tubuh yang mengkonsumsinya. Contohnya Diare : BAB cair lebih dari 3x dalam sehari, dapat menyebabkan lemas bahkan dehidrasi yang memicu penurunan kesadaran, Tifoid : Pada kondisi ini seseorang akan mengalami demam, diare/ sembelit dan badan terasa lemas dan Disentri : Adalah BAB berlendir, berdarah, demam dan nyeri perut karena infeksi bakteri.

Pada jangka waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan kulit, dan jika dikonsumsi akan menyebabkan gangguan ginjal, gigi, dan kandung kemih. Ciri-ciri air sumur yang berkapur dapat dideteksi dari air dipergunakan untuk mencuci, busa yang dihasilkan relatif lebih sedikit, air terasa kurang segar, airnya terasa agak licin, terutama pada waktu digunakan secara bersamaan dengan sabun saat mandi dan juga jika dipanaskan / dididihkan ( dipergunakan sebagai air minum ) akan meninggalkan lapisan kerak berwarna putih di dasar wadah.

Maka dari itu, guna memecahkan masalah tersebut dilakukanlah salah satu cara alternatif yang dilakukan penelitian oleh mahasiswa UNY yaitu the water filler system. Berikut ini skema dari alat water filler system:

Cara kerja dari sistem ini yaitu pada penampungan air pertama mempunyai tiga tahap penyaringan untuk menghilangkan kesadahan air yaitu batu kerikil, pasir beton halus, dan biji kelor. Untuk masing-masing penyaring berjarak 15 cm. Pada saat air memasuki penampung air kedua, air tersebut memiliki tingkat kesadahan air yang lebih rendah. Pada bak kedua penyaringnya mempunyai tiga penyaring yaitu karbon aktif, mangan zeloit, dan pasir silika. Pada penampung air ketiga terdapat sebuah pemanas yang telah dihubungkan dengan arus listrik yang akan menghasilkan panas dan mendidihkan air sehingga kandungan kapur dalam air dapat terpisah dan dapat atau layak untuk dikonsumsi.

            Demikian dari artikel yang telah dibuat, penulis berharap artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Dan diharapkan juga masalah kesulitan air bersih dapat diselesaikan dengan metode the water filler system maupun metode yang lain sehingga masyarakat dapat menjalani dengan kehidupan yang sehat.

 

Penyusun, 

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Peta Desa

Statistik