Corona virus disease (COVID-19) merupakan pandemik global yang menurut WHO (2020) disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. COVID-19 merupakan penyakit saluran pernapasan akut yang memiliki relasi dengan virus yang menyebabkan outbreak SARS yang terjadi di benua Asia pada tahun 2003, namun memiliki sifat dan gejala yang berbeda. Pandemi COVID-19 menurut WHO (2020) dinilai sebagai krisis kesehatan global terbesar di era modern setelah Perang Dunia II karena sejak kemunculannya di benua Asia pada akhir tahun 2019, virus tersebut menyebar keseluruh benua di dunia kecuali Antartika, dan kasus pasien terjangkit terus meningkat setiap harinya di berbagai benua.

Pandemi COVID-19 di Indonesia terkonfirmasi sejak Bulan Maret 2020 yang menyebabkan diterapkannya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada beberapa daerah yang mengalami kejadian kasus COVID-1 9 tinggi seperti Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, dan dilakukannya kegiatan kerja atau belajar dari rumah untuk menghindari kerumunan masa yang merupakan salah satu cara penularan COVID-19 dan penerapan kebijakan physical distancing. Indonesia kini menerapkan kebijakan baru untuk berkegiatan dikala pandemi berlangsung dengan adab kebiasaan hidup baru (new normal) sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan menerapkan protokol-protokol kesehatan yang telah ditetapkan sebagai bentuk pencegahan penularan COVID-1 9, salah satunya dengan memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin, menghindari menyentuh area wajah, terutama sebelum mencuci tangan, dan menerapkan etika batuk dan bersin dengan benar.

 

Bagaimana Covid-19 di Pacitan?

Grafik jumlah kesembuhan pasien covid-19 di Kabupaten Pacitan menunjukan tren perbaikan. Perkembangan terakhir, 7 pasien dua kali uji swab dinyatakan negatif dan diperbolehkan pulang. Bersamaan dengan itu, Satuan Gugus Tugas Percepatan Penganganan Covid-19 Kabupaten Pacitan mengonfirmasi bahwa ada 6 warga Pacitan positif terinveksi virus corona. Kepastian itu disampaikan oleh juru bicara gugus tugas Rachmad Dwiyanto melalui siaran media, Senin (20/07). 6 kasus positif baru terdiri dari dua warga Tulakan merupakan bapak dan anak. Menurut Rachmad keduannya adalah keluarga dari PDP berasal dari Gresik yang meninggal dan dimakamkan di Tulakan. Pasien positif ketiga adalah warga Ngadirojo yang punya riwayat bepergian dari Surabaya. Pasien keempat merupakan sopir perusahaan di Sudimoro yang punya riwayat bepergian dari Bandung. Sedangkan pasien kelima dan keenam sama-sama memiliki riwayat kontak dengan pasien positif covid-19.

      Dengan penambahan kasus baru maka jumlah akumulasi kasus positif di Pacitan mejadi 49. Sedangkan pasien sembuh bertambah dari 18 menjadi 25. Dengan persentase kesembuhan sebesar 51 persen. Selain itu total pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Pacitan mencapai 27 orang, selesai dipantau 18 orang dan meninggal berjumlah 9 orang. Total orang dalam pemantauan (ODP) tercatat berjumlah 690, dipantau 13 orang, selesai dipantau 676 dan yang meninggal 1 orang. Selanjutnya, jumlah orang tanpa gejala (OTG) berjumlah 783, masih dipantau berjumlah 54, selesai dipantau 729 orang dan tidak ada yang meninggal.

 

Kenapa menjaga imunitas selama Pandemi Covid-19 penting?

Di masa pandemi covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia seperti saat ini, menjaga imunitas tubuh kita adalah salah satu kunci untuk tidak tertular virus mematikan itu. Salah satu cara untuk menjaga kekebalan tubuh agar tetap imun adalah dengan mengkonsumsi makanan yang banyak kandungan nutrisi. Salah satunya adalah asam folat yang dipercaya bisa memberikan stimulan pada tubuh kita untuk imun terhadap virus yang masuk ke dalam tubuh dan juga nutrisi mengandung tinggi vitamin C yang sangat cocok untuk kekebalan tubuh kita. “Sumber-sumber  nutrisi dan vitamin tersebut sebaiknya diproses secara alami sehingga aman untuk dikonsumsi,” kata dokter spesialis kandungan dan kebidanan, Dr Boy Abidin SPOG dalam siaran persnya

Olahraga terukur dan terprogram serta asupan gizi seimbang merupakan faktor penting untuk menjaga imunitas tubuh, seperti saat pandemi Covid-19 sekarang. FITT itu merupakan singkatan. F artinya frekuensi, olahraga sebaiknya dilakukan 3-5 kali seminggu. I berarti intensitas. Lakukanlah olahraga dengan intensitas sedang atau 65%-75% dari denyut nadi maksimal (DNM) dikurangi umur (220-umur). T berarti time, atau lamanya berolahraga. Lakukan olahraga 20-30 menit, dan apabila kemampuannya memungkinkan, bisa dilakukan selama satu jam. T terakhir merupakan tipe atau jenis olahraga yang dilakukan harus bersifat aerobik. “Di masa pandemi karena harus diam di rumah, jenis olahraganya bisa sepeda statis, jalan/jogging, loncat-loncat di tempat tanpa berhenti, sesuai kemampuan,”

 

Apa saja rekomendasi sayur dan buah untuk menjaga imunitas tubuh?

Makanan yang kita konsumsi menentukan imunitas dan daya tahan tubuh kita dalam menangkal berbagai jenis penyakit, salah satunya adalah virus Covid-19.  Untuk itu, berikut rekomendasi konsumsi makanan yang dapat menangkal penyakit.

  1. Sayur bayam

Bayam mengandung antioksidan dan beta karoten yang dapat membantu tubuh melawan infeksi sistem kekebalan tubuh, seperti virus jahat. Vitamin C yang ada dalam bayam juga menjadi sumber nutrisi yang kuat dalam membantu mencegah flu biasa dan membantu mengurangi gejala penyakit.

  1. Jahe

Jahe adalah obat herbal yang sering digunakan masyarakat di Indonesia untuk mengurangi peradangan dalam tubuh. Manfaat jahe tersebut juga pernah dibahas dalam sebuah ulasan yang diterbitkan dalam International Journal of Preventative Medicine. Para peneliti menyebutkan bahwa khasiat antiradang yang kuat dari jahe  berperan melawan flu.

  1. Bawang putih

Bawang putih dapat menjaga sistem kekebalan tubuh dan imun. Senyawa bioaktif aliicin pada bawang putih juga bermanfaat melawan penyakit pilek dan infeksi lainnya.

  1. Sayur brokoli

Brokoli mengandung bahan kimia sulforaphane yang berperan mengaktifkan gen antioksidan dan enzim dalam sel kekebalan spesifik sehingga dapat memerangi radikal bebas di tubuh dan mencegah kita sakit.

  1. Buah jeruk

Buah yang kaya vitamin C ini dapat membantu sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan produksi sel darah putih yang berperan dalam melawan bibit penyakit. Menurut sebuah tinjauan yang dilakukan oleh Pusat Nasional untuk Epidemiologi dan Kesehatan Penduduk, di Universitas Nasional Australia, vitamin C yang terkandung dalam jeruk sangat membantu dalam mencegah flu biasa.

Poster rekomendasi sayur dan buah selama pandemi Covid-19 dapat diakses melalui link berikut :

Poster Rekomendasi Buah dan Sayur Selama Covid-19

 

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Peta Desa

Statistik