Manajemen energi menurut VDI dalam Khan (2019) adalah langkah proaktif pemanfaatan energi secara efektif dan efisien yang terorganisasi dan terkoordinasi sistematik dari perolehan, konversi, distribusi, dan penggunaan energi agar sesuai dengan kebutuhan, dilihat dari sisi lingkungan dan ekonomi. Kementrian ESDM (2011) menyebutkan bahwa 80 persen pemborosan energi merupakan faktor manusia dan 20 persen merupakan faktor teknis.

 Penggunaan energi secara efektif dan efisien ditekankan kepada pengguna, terutama dari lingkup terkecil masyarakat yaitu keluarga. Penggunaan listrik untuk rumah tangga menurut Santoso dan Salim (2019) sebesar 48,28% dari konsumsi listrik nasional. Untuk itu, perlu tindakan untuk meningkatkan efisiensi pemakaian energi dengan mengupayakan penghematan dan penggunaan peralatan yang efisien. Berikut ini langkah-langkah menghemat energi di Rumah:

  1. Matikan Peralatan Elektronik jika tidak digunakan.

Peralatan elektronik seperti TV, lampu, AC, dan sebagainya jika sudah digunakan dengan semestinya maka sebaiknya dimatikan untuk menghemat energi dan tagihan listrik.

  1. Gunakan Peralatan listrik Hemat Energi.

Hemat energi berarti peralatan listrik mengkonsumsi daya yang sedikit untuk performa yang sama atau dengan kata lain kinerjanya efisien (Rugi-rugi sedikit). Contoh peralatan listrik yang direkomendasikan untuk menggunakan mode hemat energi dikarenakan konsumsi daya yang besar adalah AC, kulkas, mesin cuci, dan sebagainya.

  1. Atur suhu AC sesuai keadaan.

Saat ruangan berAC, jangan sampai jendela atau pintu terbuka karena akan terkontaminasi suhu dari luar ruangan sehingga membuat kinerja AC semakin berat. Hal ini juga berlaku pada kulkas dimana pintu kulkas harus dipastikan ditutup secara rapat.

  1. Gunakan air sesuai kebutuhan.

Selain energi listrik, air merupakan salah satu energi sumber kehidupan. Bagi sebagian masyarakat, air juga bisa dipompa menggunakan pompa air yang ditenagai oleh listrik. Penggunaan air sehari-hari berbanding lurus dengan kinerja pompa air.

  1. Hindari standby power.

Standby power adalah daya yang dikonsumsi saat peralatan listrik sedang tidak digunakan. Nama lain dari daya ini adalah Vampire Power. Walaupun konsumsi daya yang dikonsumsi kecil, tetapi jika dilakukan oleh banyak orang maka sama saja porsinya menjadi besar. Contoh kecil dari standby power adalah TV, radio, dan charger HP yang masih belum dicabut colokannya.

  1. Gunakan lampu LED

Keuntungan yang menonjol dari lampu LED dibandingkan dengan lampu tradisional lainnya adalah masa hidup yang panjang dan efisiensi yang tinggi (hemat energi). Oleh karena itu, sangat direkomendasikan untuk gedung-gedung menggunakan lampu jenis ini.

  1. Sesuaikan jumlah lampu dengan luas ruangan.

Dua faktor penting pada lampu yaitu lumen dan lux. Fator-faktor ini digabungkan dengan luas ruangan akan didapatkan jumlah lampu yang akurat. Jumlah lampu yang tepat tentu saja membuat suatu ruangan tersinari dengan proporsi yang ideal sekaligus menghemat energi.

 

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Peta Desa

Statistik