Indonesia adalah negara yang kaya akan seni dan budaya. Keberagaman seni dan budaya di setiap daerahnya harus dijaga dengan baik karena seni dan budaya merupakan warisan dari leluhur yang sangat berharga. Oleh karena itu, setiap masyarakat harus mengetahui keberagaman seni dan budaya yang dimiliki agar warisan ini tidak diklaim oleh negara lain. Inventarisasi seni dan budaya menjadi penting untuk mencegah hal tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, inventarisasi berarti pencatatan atau pengumpulan data (tentang kegiatan, hasil yang dicapai, pendapat umum, persuratkabaran, kebudayaan, dan sebagainya). Inventarisasi seni dan budaya penting dilakukan di setiap daerah sebagai bukti bahwa daerah tersebut mewarisi seni dan budaya dari leluhurnya. Dengan adanya pencatatan tersebut anak cucu di generasi selanjutnya dapat mewarisi dan melestarikannya. Inilah seni dan budaya yang sudah melekat di Desa Ploso!

  1. Babad Desa Ploso

Babad adalah satu genre penulisan sejarah yang berpatokan pada memori koletif dan sejarah lisan yang berisi mengenai asal-muasal desa, kisah berdirinya desa, cerita mengenai pendiri desa, serta materialisasi dan/atau rutinisasi (ritualisasi) sebuah cerita/kisah. Menurut sejarah, Desa Ploso ini ada diawali dari kisa seorang bangsawan dari Mangkunegaran yang bernama Kendil Wesi mencari tempat keramat untuk menguji mental atau bertapa di Gunung Gede, yang terletak di perbatasan Jawa Timur – Jawa Tengah (sekarang Ploso).

  1. Kesenian Rontek

Rontek merupakan singkatan dari “ronda” dan “thethek” yaitu ronda keliling dengan memakai sebuah alat yang terbuat dari bambu berupa kentongan yang kemudian beralih fungsi sebagai alat yang digunakan untuk membangunkan warga sahur di bulan ramadhan dengan ditambah alat musik seperti saron, gong dan bedhug sehingga disebut sebagai rontek gugah sahur.  Rontek kemudian dikembangkan menjadi sebuah kesenian yang instrumen utamanya adalah kenthongan dan ditambah alat musik penunjang berupa gamelan seperti saron, kenong, kendhang, gong, bedhug serta penambahan alat musik modern yaitu symbal.

Sumber : antarafoto.com

  1. Reog Ponorogo

Reog Ponorogo adalah kesenian tradisional yang dilahirkan, melegenda, dan menjadi kebanggaan masyarakat Ponorogo dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Kesenian reog sampai saat ini telah berkembang ke seluruh penjuru Nusantara. Cerita kesenian reog Ponorogo memiliki banyak versi namun yang menarik adalah cerita kesenian ini memiliki keterkaitan dengan perjuangan Raden Katong, berdirinya kota Ponorogo, dan upaya pelestarian reog yang melegenda.

Sumber : pixoto.com

  1. Areal Makam Kendil Wesi (Punden Gedong)

Areal Makam Kendil Wesi atau Punden Gedong merupakan makam tempat cikal bakal desa Ploso. Makam ini merupakan makam tokoh sentral yang menjadi cikal bakal desa Ploso sekaligus diyakini sebagai leluhur masyarakat Ploso, yaitu Kyai Kendil Wesi. Makam ini terletak di Gedong, Dusun Ploso, Desa Ploso. Makam ini dinamakan Punden Gedong karena terletak di Gedong, daerah di dusun Ploso yang diyakini menjadi tempat pertama Kyai Kendil Wesi membangun suatu perkampungan.

  1. Masjid Alet Bandulan

Masjid Alet Bandulan merupakan tanda bahwa masyarakat Ploso menjalankan kebudayaan Islam Nusantara sebagai bagian dari aktivitas di dalam kehidupan mereka. Masjid Alet Bandulan yang terletak di dusun Bandulan desa Ploso ini memiliki arsitektur menyerupai Masjid Nabawi yang ada di Madinah atau dapat dikatakan sebagai miniatur Masjid Nabawi (Nabi Muhammad SAW). Walaupun memiliki kesan lebih mewah dari masjid di sekitarnya, hal ini tidak menjadi sebuah kesenjangan karena pembangunan masjid ini didasarkan atas gotong royong dan memuat unsur kerendahan hari dari nama “Alet” yang diberikan oleh pemilik masjid ini.

  1. Upacara Memperingati Hari Kemerdekaan dan Festival Budaya (Dokumentasi 2018)

Peringatan kemerdekaan RI adalah hal wajib yang dilakukan di setiap desa di Indonesia, bergitu juga dengan Desa Ploso. Di Desa Ploso, rangkaian Acara HUT Kemerdekaan RI dilakukan dalam 2 hari, hari pertama diisi dengan karnaval dan hari kedua terdapat prosesi upacara Kemerdekaan RI dan dilanjutkan dengan berbagai macam ajang perlombaan. Peringatan hari kemerdekaan merupakan bentuk syukur dan penghormatan atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh rakyat Indonesia, terutama oleh leluhur yang ada di Desa Ploso.

 

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Peta Desa

Statistik