Corona virus disease (COVID-19) merupakan pandemik global yang menurut WHO (2020) disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. COVID-19 merupakan penyakit saluran pernapasan akut yang memiliki relasi dengan virus yang menyebabkan outbreak SARS yang terjadi di benua Asia pada tahun 2003, namun memiliki sifat dan gejala yang berbeda. Pemerintah pusat telah menunjuk beberapa rumah sakit di daerah sebagai rumah sakit rujukan, namun tidak semua pasien yang positif Covid-19 dirawat di rumah sakit. Pasien positif Covid-19 yang disertai dengan penyakit penyerta seperti diabetes, jantung, kanker, patu kronik, AIDS, penyakit auto imun, dan lainnya merupakan pasien yang diprioritaskan untuk dirawat di rumah sakit. Orang yang terinfeksi Covid-19 namun tidak menunjukkan gejala yang biasa disebut orang tanpa gejala (OTG) atau yang disarankan oleh WHO dalam Kementerian Kesehatan (2020) untuk melakukan isolasi mandiri untuk menghindari penularan. Isolasi mandiri merupakan anjuran pemerintah yang dilakukan oleh masyarakat yang baru kembali berpergian dari daerah lain, terutama dari daerah yang ditetapkan sebagai zona merah Covid-19. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari terjadinya penularan virus secara transmisi lokal. Transmisi lokal menurut Azanella (2020) merupakan penularan virus yang terjadi antar masyarakat dan melibatkan masyarakat. Keberadaan virus sudah tersebar di tengah masyarakat sehingga seseorang bisa terinfeksi tanpa harus berpergian ke luar daerah atau bertemu dengan orang asing. Isolasi mandiri dilakukan selama 14 hari hingga diketahui hasil pemeriksaan sampel laboratorium.

Lalu, siapa saja yang bisa melakukan isolasi mandiri?

Menurut Kementerian Kesehatan (2020), yang dianjurkan melakukan isolasi mandiri yaitu :

  1. Orang yang sakit (demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/gejala penyakit pernafasan lainnya), namun tidak punya penyakit penyerta lainnya (diabetes, jantung, kanker, paru kronik, AIDS, penyakit autoimun).
  2. Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang memiliki gejala demam/gejala pernafasan dengan riwayat dari negara/area transmisi lokal, dan/atau orang yang tidak menunjukkan gejala tapi pernah memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19.
  3. Orang yang positif Covid-19 tetapi tidak menunjukkan gejala seperti demam, batuk, atau pilek. Orang seperti ini diistilahkan Orang Tanpa Gejala (OTG).
  4. Orang yang positif Covid-19 tapi tidak mempunyai penyakit penyerta seperti diabetes, jantung, kanker, paru kronik, AIDS, penyakit autoimun.

Protokol isolasi mandiri menurut Kementerian Kesehatan (2020) yaitu :

  1. Tetap tinggal di rumah, dan jangan pergi bekerja dan ke ruang publik.
  2. Gunakan kamar terpisah di rumah dari anggota keluarga lainnya. Jika memungkinkan, upayakan menjaga jarak setidaknya satu meter dari anggota keluarga lain.
  3. Gunakan selalu masker selama masa isolasi diri.
  4. Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis seperti batuk atau kesulitan bernapas.
  5. Hindari pemakaian bersama peralatan makan (piring, sendok, garpu, gelas) dan peralatan mandi (handuk, sikat gigi, gayung), dan seprai.
  6. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mengonsumsi makanan bergizi, membersihkan tangan secara rutin, mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir, dan lakukan etika batuk/bersin.
  7. Jika memungkinkan berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi.
  8. Jaga kebersihan rumah dengan cairan disinfektan.
  9. Segera hubungi fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit memburuk (seperti sesak napas) untuk dirawat lebih lanjut.

Menurut Kementerian Kesehatan (2020), parameter keberhasilan dari isolasi mandiri atau perlu diwaspadai , yaitu :

  1. Tanpa keluhan. Orang yang sudah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari (lamanya masa inkubasi virus).
  2. Pernah ada keluhan menyerupai gejala Covid-19 seperti batuk, sakit tenggorokan atau demam tinggi namun hanya sebentar dan sembuh dalam 14 hari.
  3. Keluhan berkelanjutan. Jika memiliki keluhan berkelanjutan saat isolasi mandiri dan memiliki keluhan sesak napas dan gangguan pernapasan lainnya maka perlu waspada dan segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat dan melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) atau tes swab.

Perlu diperhatikan bahwa isolasi mandiri merupakan kegiatan pencegahan penularan dari Covid-19 dan langkah perlindungan untuk orang-orang terkasih agar terlindung dari Covid-19. Isolasi mandiri bukan berarti pengasingan dari masyarakat. Jika sudah selesai menjalankan isolasi mandiri diharapkan masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dalam kesehariannya.

 

 

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Peta Desa

Statistik