Di era digital sekarang ini, informasi mengenai apapun bisa kamu temukan di Internet. Mulai dari ilmu pelajaran, pertandingan bola, hingga berita-berita yang ramai di masyarakat bisa ditemukan melalui media sosial. Namun, banyak sekali informasi-informasi yang bertebaran itu tidak benar adanya. Hal inilah yang dinamakan dengan sebutan populer hoaks. Hoaks, atau berita palsu, merupakan berita yang tidak benar, tidak bersumber, dan dimaksudkan untuk menipu atau membohongi orang yang membacanya. Menurut Craig Silverman dalam bukunya berjudul “Lies, Damn Lies, and Viral Content” mengatakan bahwa hoaks adalah informasi atau berita yang memang sengaja disesatkan, namun diberikan seolah-olah hal tersebut adalah kebenaran.

Hoaks ini dapat bersumber dari manapun, tidak hanya media sosial, bahkan juga media massa terpercaya yang sudah memiliki izin jurnalisme resmi. Tentu kita ingat bagaimana hoaks tentang Ratna Sarumpaet pada tahun 2018 lalu. Berita ini disampaikan langsung oleh Ratna, bahwa ia dipukuli oleh orang tidak dikenal. Tanpa bermaksud menyinggung pihak manapun, pada saat itu hoaks mengenai pemukulan Ratna Sarumpaet sangat ramai diperbincangkan. Baik itu di media sosial, di media massa, ataupun di kalangan politik. Berita ini menghebohkan publik dan membuat keributan dimana-mana, dengan opini masyarakat dan politikus yang simpang siur. Namun berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, saat itu Ratna tidak sedang berada di tempat kejadian (Bandung) saat peristiwa tersebut berlangsung. Alhasil, dapat dipastikan berita tersebut merupakan hoaks, dan pada akhirnya beliau meminta maaf kepada masyarakat Indonesia melalui media sosial.

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana efek destruktif dari sebuah berita hoaks. Di era post-truth sekarang ini, informasi yang banyak beredar di publik tentu akan menimbulkan opini publik, walaupun informasi yang beredar tersebut belum tentu benar. Oleh karena itu, perlu edukasi yang benar mengenai cara melakukan filter terhadap berita palsu atau hoaks ini.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memfilter berita hoaks. Cara pertama yang paling mudah adalah melihat alamat situs berita. Contohnya, ada berita bersumber dari ‘beritaasli.blogspot.com’. Hal ini perlu kamu perhatikan keaslian beritanya. Mengapa demikian? Karena domain ‘.blogspot.com’ ini dapat dibuat dengan mudah oleh individu manapun. Sehingga, tidak ada kredibilitas mengenai beritanya. Cara yang paling mudah untuk menghindari hoaks semacam ini adalah dengan mengambil informasi hanya melalui media massa terpercaya, walaupun dalam beberapa kasus, media massa juga terlibat dalam menyebarkan berita hoaks.

Cara kedua yang dapat dilakukan adalah menghindari judul yang provokatif atau sensasional, dan hindari hanya membaca judul beritanya. Hal ini sering dilakukan oleh media massa resmi. Media massa acapkali membuat berita dengan judul yang sensasional dengan harapan orang akan tertarik untuk membaca (clickbait). Padahal, jika dibaca isi beritanya, sebenarnya tidak sensasional seperti judulnya. Oleh karena itu, bacalah berita tersebut terlebih dahulu, agar terhindar dari informasi yang salah.

Cara ketiga adalah dengan memeriksa keaslian berita ke sumber terkait atau yang biasa disebut dengan double-checking. Misalnya, ada berita di media mengenai penangkapan orang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Untuk mengecek keaslian beritanya, kamu bisa mengunjungi situs resmi organisasi terkait, seperti https://www.kpk.go.id/ untuk KPK, https://www.polri.go.id/ untuk polisi, dan lain sebagainya. Biasanya, berita-berita yang viral di media sosial yang melibatkan institusi negara, akan ada beritanya di situs resmi institusi terkait.

Cara terakhir yang bisa kamu tempuh untuk mencegah berita hoaks adalah dengan ikut atau memantau grup atau organisasi anti-hoaks. Salah satu organisasi ini adalah organisasi bernama Indonesian Hoaxes (https://www.facebook.com/TurnBackHoax/), yaitu sebuah organisasi yang berfokus pada pengcekan fakta berita-berita hoaks. Organisasi ini aktif untuk mengklarifikasi berita-berita hoaks yang beredar di Internet, sehingga kamu bisa mendapatkan informasi yang sesuai dengan fakta sebenarnya. Mereka juga memiliki situs resmi yang berisi berita hoaks yang sudah diklarifikasi, yaitu http://turnbackhoax.id/.

Kamu juga tentu dapat berpartisipasi dalam mencegah beredarnya berita hoaks dengan melakukan report di media sosial. Atau, kamu juga dapat melaporkan berita negatif ke kemenkominfo melalui email di aduankonten@mail.kominfo.go.id. Mari bersama-sama mencegah berita hoaks, dan pastikan kamu dan keluarga tidak mengkonsumsi hoaks!

 

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Peta Desa

Statistik