Kesehatan

Corona virus disease (COVID-19) merupakan pandemik global yang menurut WHO (2020) disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. COVID-19 merupakan penyakit saluran pernapasan akut yang memiliki relasi dengan virus yang menyebabkan outbreak SARS yang terjadi di benua Asia pada tahun 2003, namun memiliki sifat dan gejala yang berbeda. Pemerintah pusat telah menunjuk beberapa rumah sakit di daerah sebagai rumah sakit rujukan, namun tidak semua pasien yang positif Covid-19 dirawat di rumah sakit. Pasien positif Covid-19 yang disertai dengan penyakit penyerta seperti diabetes, jantung, kanker, patu kronik, AIDS, penyakit auto imun, dan lainnya merupakan pasien yang diprioritaskan untuk dirawat di rumah sakit. Orang yang terinfeksi Covid-19 namun tidak menunjukkan gejala yang biasa disebut orang tanpa gejala (OTG) atau yang disarankan oleh WHO dalam Kementerian Kesehatan (2020) untuk melakukan isolasi mandiri untuk menghindari penularan. Isolasi mandiri merupakan anjuran pemerintah yang dilakukan oleh masyarakat yang baru kembali berpergian dari daerah lain, terutama dari daerah yang ditetapkan sebagai zona merah Covid-19. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari terjadinya penularan virus secara transmisi lokal. Transmisi lokal menurut Azanella (2020) merupakan penularan virus yang terjadi antar masyarakat dan melibatkan masyarakat. Keberadaan virus sudah tersebar di tengah masyarakat sehingga seseorang bisa terinfeksi tanpa harus berpergian ke luar daerah atau bertemu dengan orang asing. Isolasi mandiri dilakukan selama 14 hari hingga diketahui hasil pemeriksaan sampel laboratorium.

Lalu, siapa saja yang bisa melakukan isolasi mandiri?

Menurut Kementerian Kesehatan (2020), yang dianjurkan melakukan isolasi mandiri yaitu :

  1. Orang yang sakit (demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/gejala penyakit pernafasan lainnya), namun tidak punya penyakit penyerta lainnya (diabetes, jantung, kanker, paru kronik, AIDS, penyakit autoimun).
  2. Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang memiliki gejala demam/gejala pernafasan dengan riwayat dari negara/area transmisi lokal, dan/atau orang yang tidak menunjukkan gejala tapi pernah memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19.
  3. Orang yang positif Covid-19 tetapi tidak menunjukkan gejala seperti demam, batuk, atau pilek. Orang seperti ini diistilahkan Orang Tanpa Gejala (OTG).
  4. Orang yang positif Covid-19 tapi tidak mempunyai penyakit penyerta seperti diabetes, jantung, kanker, paru kronik, AIDS, penyakit autoimun.

Protokol isolasi mandiri menurut Kementerian Kesehatan (2020) yaitu :

  1. Tetap tinggal di rumah, dan jangan pergi bekerja dan ke ruang publik.
  2. Gunakan kamar terpisah di rumah dari anggota keluarga lainnya. Jika memungkinkan, upayakan menjaga jarak setidaknya satu meter dari anggota keluarga lain.
  3. Gunakan selalu masker selama masa isolasi diri.
  4. Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis seperti batuk atau kesulitan bernapas.
  5. Hindari pemakaian bersama peralatan makan (piring, sendok, garpu, gelas) dan peralatan mandi (handuk, sikat gigi, gayung), dan seprai.
  6. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mengonsumsi makanan bergizi, membersihkan tangan secara rutin, mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir, dan lakukan etika batuk/bersin.
  7. Jika memungkinkan berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi.
  8. Jaga kebersihan rumah dengan cairan disinfektan.
  9. Segera hubungi fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit memburuk (seperti sesak napas) untuk dirawat lebih lanjut.

Menurut Kementerian Kesehatan (2020), parameter keberhasilan dari isolasi mandiri atau perlu diwaspadai , yaitu :

  1. Tanpa keluhan. Orang yang sudah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari (lamanya masa inkubasi virus).
  2. Pernah ada keluhan menyerupai gejala Covid-19 seperti batuk, sakit tenggorokan atau demam tinggi namun hanya sebentar dan sembuh dalam 14 hari.
  3. Keluhan berkelanjutan. Jika memiliki keluhan berkelanjutan saat isolasi mandiri dan memiliki keluhan sesak napas dan gangguan pernapasan lainnya maka perlu waspada dan segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat dan melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) atau tes swab.

Perlu diperhatikan bahwa isolasi mandiri merupakan kegiatan pencegahan penularan dari Covid-19 dan langkah perlindungan untuk orang-orang terkasih agar terlindung dari Covid-19. Isolasi mandiri bukan berarti pengasingan dari masyarakat. Jika sudah selesai menjalankan isolasi mandiri diharapkan masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dalam kesehariannya.

 

 

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang bersifat pathogen dengan penularan utama melalui urin hewan yang terinfeksi bakteri ini. Bakteri ini bertahan hidup selama berhari-hari atau berminggu-minggu pada kondisi hangat, lembap, dan sedikit alkali, terutama di air segar yang tenang atau mengalir lambat pada suhu sedang di musim panas serta di tanah yang lembap dan air di daerah tropik, TERUTAMA PADA MUSIM HUJAN.

GEJALA

Gejala muncul setelah melewati masa inkubasi sekitar 5-14 hari

  1. Demam
  2. Sakit kepala
  3. Mual dan muntah
  4. Nyeri otot terutama pada betis
  5. Ruam (kemerahan) kulit
  6. Menggigil
  7. Mata kemerahan
  8. Sakit perut
  9. Kulit menguning
  10. Batuk
  11. Sesak nafas

PENYEBARAN

Bakteri Leptospira dapat ditemukan pada anjing, hewan ternak dan hewan pengerat seperti tikus

  1. Melalui darah dan urin hewan terinfeksi
  2. Melalui genangan air yang tercemar urin hewan
  3. Melalui tanah atau lumpur yang tercemar urin hewan
  4. Melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi urin hewan

KOMPLIKASI

  1. Gagal ginjal
  2. Radang selaput
  3. Kerusakan hati
  4. Gangguan pernafasan
  5. Meningitis

KELOMPOK KERJA BERISIKO TINGGI

  1. Pekerja irigasi
  2. Petani
  3. Peternak
  4. Pekerja laboratorium
  5. Dokter hewan
  6. Pekerja pemotongan hewan
  7. Pekerja tambang

PENCEGAHAN PENULARAN LEPTOSPIROSIS

  1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, menjaga kebersihan diri dan lingkungan
  2. Mencuci tangan dan kaki dengan sabun
  3. Menyimpan makanan dan minuman dengan baik
  4. Membasmi tikus di rumah dan lingkungan
  5. Membersihkan bagian rumah dan sekitar dengan desinfektan
  6. Membersihkan selokan dan genangan air di lingkungan sekitar
  7. Memakai alat pelindung diri (sepatu bot, masker dan sarung tangan) bagi kelompok kerja risiko tinggi

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus arbovirus dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes (Aedes Albopictus dan Aedes Aegepty). Wabah DBD biasanya akan mulai meningkat saat pertengahan musim hujan karena terdapat banyak genangan air sebagai tempat perkembangbiakan telur nyamuk.

Gejala umumnya timbul 4-7 hari sejak gigitan nyamuk, dan dapat berlangsung selama 10 hari. Beberapa gejala demam berdarah, yaitu:

  • Demam tinggi mencapai 40 derajat Celsius
  • Nyeri kepala berat
  • Nyeri pada sendi, otot, dan tulang
  • Nyeri pada bagian belakang mata
  • Nafsu makan menurun
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Ruam kemerahan sekitar 2-5 hari setelah demam
  • Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit

 

Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue

  1. Pemberian vaksin dengue pada anak usia 9-16 tahun sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan
  2. Menggunakan kelambu atau lotion saat tidur
  3. Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian setelah pakai
  4. Mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah
  5. Menghindari wilayah daerah yang rentan terjadi infeksi
  6. Menggunakan pakaian yang tertutup

 

Pengendalian DBD di lingkungan

  1. Program 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur):
  2. Menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, kendi, dan gentong seminggu sekali.
  3. Menutup rapat tempat penampungan air, agar tidak dijadikan tempat nyamuk bertelur
  4. Mengubur dan menyingkirkan barang-barang yang dapat menanmpung air
  5. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
  6. Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi
  7. Gotong Royong membersihkan lingkungan
  8. Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras
  9. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar
  10. Menanam tanaman pengusir nyamuk
  11. Memberantas sarang nyamuk yang dilakukan dalam dua kali pengasapan insektisida atau fogging dengan jarak 1 minggu

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Corona virus disease (COVID-19) merupakan pandemik global yang menurut WHO (2020) disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. COVID-19 merupakan penyakit saluran pernapasan akut yang memiliki relasi dengan virus yang menyebabkan outbreak SARS yang terjadi di benua Asia pada tahun 2003, namun memiliki sifat dan gejala yang berbeda. Pandemi COVID-19 menurut WHO (2020) dinilai sebagai krisis kesehatan global terbesar di era modern setelah Perang Dunia II karena sejak kemunculannya di benua Asia pada akhir tahun 2019, virus tersebut menyebar keseluruh benua di dunia kecuali Antartika, dan kasus pasien terjangkit terus meningkat setiap harinya di berbagai benua.

Pandemi COVID-19 di Indonesia terkonfirmasi sejak Bulan Maret 2020 yang menyebabkan diterapkannya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada beberapa daerah yang mengalami kejadian kasus COVID-1 9 tinggi seperti Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, dan dilakukannya kegiatan kerja atau belajar dari rumah untuk menghindari kerumunan masa yang merupakan salah satu cara penularan COVID-19 dan penerapan kebijakan physical distancing. Indonesia kini menerapkan kebijakan baru untuk berkegiatan dikala pandemi berlangsung dengan adab kebiasaan hidup baru (new normal) sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan menerapkan protokol-protokol kesehatan yang telah ditetapkan sebagai bentuk pencegahan penularan COVID-1 9, salah satunya dengan memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin, menghindari menyentuh area wajah, terutama sebelum mencuci tangan, dan menerapkan etika batuk dan bersin dengan benar.

 

Bagaimana Covid-19 di Pacitan?

Grafik jumlah kesembuhan pasien covid-19 di Kabupaten Pacitan menunjukan tren perbaikan. Perkembangan terakhir, 7 pasien dua kali uji swab dinyatakan negatif dan diperbolehkan pulang. Bersamaan dengan itu, Satuan Gugus Tugas Percepatan Penganganan Covid-19 Kabupaten Pacitan mengonfirmasi bahwa ada 6 warga Pacitan positif terinveksi virus corona. Kepastian itu disampaikan oleh juru bicara gugus tugas Rachmad Dwiyanto melalui siaran media, Senin (20/07). 6 kasus positif baru terdiri dari dua warga Tulakan merupakan bapak dan anak. Menurut Rachmad keduannya adalah keluarga dari PDP berasal dari Gresik yang meninggal dan dimakamkan di Tulakan. Pasien positif ketiga adalah warga Ngadirojo yang punya riwayat bepergian dari Surabaya. Pasien keempat merupakan sopir perusahaan di Sudimoro yang punya riwayat bepergian dari Bandung. Sedangkan pasien kelima dan keenam sama-sama memiliki riwayat kontak dengan pasien positif covid-19.

      Dengan penambahan kasus baru maka jumlah akumulasi kasus positif di Pacitan mejadi 49. Sedangkan pasien sembuh bertambah dari 18 menjadi 25. Dengan persentase kesembuhan sebesar 51 persen. Selain itu total pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Pacitan mencapai 27 orang, selesai dipantau 18 orang dan meninggal berjumlah 9 orang. Total orang dalam pemantauan (ODP) tercatat berjumlah 690, dipantau 13 orang, selesai dipantau 676 dan yang meninggal 1 orang. Selanjutnya, jumlah orang tanpa gejala (OTG) berjumlah 783, masih dipantau berjumlah 54, selesai dipantau 729 orang dan tidak ada yang meninggal.

 

Kenapa menjaga imunitas selama Pandemi Covid-19 penting?

Di masa pandemi covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia seperti saat ini, menjaga imunitas tubuh kita adalah salah satu kunci untuk tidak tertular virus mematikan itu. Salah satu cara untuk menjaga kekebalan tubuh agar tetap imun adalah dengan mengkonsumsi makanan yang banyak kandungan nutrisi. Salah satunya adalah asam folat yang dipercaya bisa memberikan stimulan pada tubuh kita untuk imun terhadap virus yang masuk ke dalam tubuh dan juga nutrisi mengandung tinggi vitamin C yang sangat cocok untuk kekebalan tubuh kita. “Sumber-sumber  nutrisi dan vitamin tersebut sebaiknya diproses secara alami sehingga aman untuk dikonsumsi,” kata dokter spesialis kandungan dan kebidanan, Dr Boy Abidin SPOG dalam siaran persnya

Olahraga terukur dan terprogram serta asupan gizi seimbang merupakan faktor penting untuk menjaga imunitas tubuh, seperti saat pandemi Covid-19 sekarang. FITT itu merupakan singkatan. F artinya frekuensi, olahraga sebaiknya dilakukan 3-5 kali seminggu. I berarti intensitas. Lakukanlah olahraga dengan intensitas sedang atau 65%-75% dari denyut nadi maksimal (DNM) dikurangi umur (220-umur). T berarti time, atau lamanya berolahraga. Lakukan olahraga 20-30 menit, dan apabila kemampuannya memungkinkan, bisa dilakukan selama satu jam. T terakhir merupakan tipe atau jenis olahraga yang dilakukan harus bersifat aerobik. “Di masa pandemi karena harus diam di rumah, jenis olahraganya bisa sepeda statis, jalan/jogging, loncat-loncat di tempat tanpa berhenti, sesuai kemampuan,”

 

Apa saja rekomendasi sayur dan buah untuk menjaga imunitas tubuh?

Makanan yang kita konsumsi menentukan imunitas dan daya tahan tubuh kita dalam menangkal berbagai jenis penyakit, salah satunya adalah virus Covid-19.  Untuk itu, berikut rekomendasi konsumsi makanan yang dapat menangkal penyakit.

  1. Sayur bayam

Bayam mengandung antioksidan dan beta karoten yang dapat membantu tubuh melawan infeksi sistem kekebalan tubuh, seperti virus jahat. Vitamin C yang ada dalam bayam juga menjadi sumber nutrisi yang kuat dalam membantu mencegah flu biasa dan membantu mengurangi gejala penyakit.

  1. Jahe

Jahe adalah obat herbal yang sering digunakan masyarakat di Indonesia untuk mengurangi peradangan dalam tubuh. Manfaat jahe tersebut juga pernah dibahas dalam sebuah ulasan yang diterbitkan dalam International Journal of Preventative Medicine. Para peneliti menyebutkan bahwa khasiat antiradang yang kuat dari jahe  berperan melawan flu.

  1. Bawang putih

Bawang putih dapat menjaga sistem kekebalan tubuh dan imun. Senyawa bioaktif aliicin pada bawang putih juga bermanfaat melawan penyakit pilek dan infeksi lainnya.

  1. Sayur brokoli

Brokoli mengandung bahan kimia sulforaphane yang berperan mengaktifkan gen antioksidan dan enzim dalam sel kekebalan spesifik sehingga dapat memerangi radikal bebas di tubuh dan mencegah kita sakit.

  1. Buah jeruk

Buah yang kaya vitamin C ini dapat membantu sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan produksi sel darah putih yang berperan dalam melawan bibit penyakit. Menurut sebuah tinjauan yang dilakukan oleh Pusat Nasional untuk Epidemiologi dan Kesehatan Penduduk, di Universitas Nasional Australia, vitamin C yang terkandung dalam jeruk sangat membantu dalam mencegah flu biasa.

Poster rekomendasi sayur dan buah selama pandemi Covid-19 dapat diakses melalui link berikut :

Poster Rekomendasi Buah dan Sayur Selama Covid-19

 

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Tangan merupakan bagian tubuh yang paling sering bersentuhan, baik dengan manusia maupun dengan benda lain sehingga tanpa sadar tangan dapat menjadi perantara masuknya kuman ke tubuh manusia dan menimbulkan dampak buruk maupun penyakit. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir merupakan langkah awal pencegahan penyebaran kuman dan bakteri. Langkah cuci tangan dengan sabun dan air mengalir yaitu:

   

Kebiasaan menggunakan telapak tangan untuk menutupi refleks batuk/bersin menjadi salah satu sumber berpindahnya kuman dan bakteri ketika bersentuhan dengan benda atau orang. Maka sudah seharusnya kita memperhatikan etika saat batuk dan bersin, seperti:

Penggunaan masker bertujuan untuk mencegah virus melalui percikan kecil (droplet) yang keluar saat seseorang berbicara, batuk dan bersin. Masker digunakan untuk orang yang merasa kurang sehat dan saat akan keluar rumah. Berikut cara memakai masker dengan benar:

Saat pandemi COVID-19, masyarakat dihimbau untuk mematuhi protokol kesehatan saat beraktifitas di luar rumah, maka diperlukan persiapan penunjang untuk mencegah pebularan virus dengan meminimalisir kontak dengan benda asing dan bersentuhan dengan orang lain. Barang yang perlu disiapkan saat beraktifitas di luar rumah, yaitu:

 

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Selama pandemi Covid-19 masyarakat diminta untuk tetap di rumah jika tidak ada urusan yang penting. Apabila situasi menuntut untuk meninggalkan rumah, maka protokol kesehatan harus dilaksanakan. Banyak sekali usaha yang dapat dilakukan untuk menangkal virus Covid-19. Salah satunya yaitu melakukan aktivitas yang dapat menjaga kesehatan tubuh. Berikut ini beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di rumah di tengah pandemi ini.

  1. Berjemur

Waktu yang tepat saat berjemur yaitu pada pukul 09:00. Durasi berjemur berkisar di antara 5 menit sampai 15 menit. Saat berjemur, paparan radiasi Ultraviolet B (UVB) dari sinar matahari membantu dalam pembentukan vitamin D3. Vitamin ini merupakan sumber kekebalan tubuh.

  1. Latihan Fisik

Dua jenis latihan fisik saat di rumah yaitu latihan aerobik dan latihan anaerobik. Latihan aerobik atau kardio merupakan latihan yang didasarkan untuk membakar kalori tubuh. Latihan ini bisa dilakukan di rumah seperti senam aerobik, jogging di tempat, lompat tali, dan lain sebagainya. Sebaliknya, latihan aerobik menggunakan pasokan oksigen untuk menghasilkan energi. Latihan ini berupa latihan otot atau mengangkat beban.

Intensitas latihan fisik ini dilakukan dalam rentang sedang. Jika dilakukan dalam intensitas tinggi, akan mengurangi imunitas. Isyarat jika seseorang melakukan latihan dengan intensitas sedang yaitu masih bisa berbicara walaupun terengah-engah. Saat seseorang kesulitan berbicara, maka latihan dengan intensitas tinggi sedang ia jalankan.

  1. Waktu istirahat yang cukup

Istirahat yang berkualitas dapat memulihkan kembali tenaga selama aktivitas sehari-hari. Istirahat bisa termasuk di dalamnya rehat sejenak dari aktivitas yang mengasah pikiran dan tenaga serta tidur yang cukup. Lamanya waktu ideal tidur tergantung dari masing-masing individu.

  1. Konsumsi makanan yang bergizi

Konsumsi makanan yang sehat dapat meningkatkan imunitas tubuh. Konsumsi sayur, buah, dan suplemen tambahan juga direkomendasikan.

  1. Hindari konsumsi alkohol dan rokok

Minuman beralkohol dapat mengurangi konsentrasi dan imunitas tubuh. Selanjutnya, merokok bisa meningkatkan risiko infeksi dan memperparah komplikasi yang diakibatkan oleh Covid-19.

  1. Aktivitas penghilang stress

Aktivitas seperti hobi bisa dilakukan jika seseorang sudah merasa penat selama di rumah. Stress perlu dihindari karena hormon kortisol bisa meningkat di mana bisa menurunkan fungsi kekebalan tubuh.

Selain aktivitas yang telah dijelaskan di atas, jangan lupa berdoa untuk meminta perlindungan kepada Tuhan YME dari mara bahaya.

 

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Air memiliki peranan cukup penting bagi kehidupan manusia, karena manusia tidak bias hidup tanpa air. Namun seiring bertambahnya populasi manusia di bumi mengakibatkan bertambahnya pula kebutuhan manusia dan salah satunya air. Sementara itu, satu-satunya sumber air bersih terjangkau yang bisa digunakan hanyalah air tanah atau air sumur, sebab air tersebut terletak di bawah daratan dangkal.

Salah satu masalah yang terkadang ditemui berkaitan dengan kualitas air sumur adalah air sumur yang mengandung kapur. Air sumur berkapur tidak hanya bisa terjadi di daerah yang memang secara geografis tanahnya mempunyai kandungan kapur tinggi, seperti daerah disekitar pegunungan kapur. Pada musim kemarau, kadar zat kapur akan semakin tinggi karena terjadi pendangkalan air sumur.

Apabila penggunaan air sumur yang mengandung kapur dengan jangka waktu yang panjang, hal ini dapat memicu berbagai macam gangguan kesehatan dan timbulnya bermacam penyakit bagi tubuh yang mengkonsumsinya. Contohnya Diare : BAB cair lebih dari 3x dalam sehari, dapat menyebabkan lemas bahkan dehidrasi yang memicu penurunan kesadaran, Tifoid : Pada kondisi ini seseorang akan mengalami demam, diare/ sembelit dan badan terasa lemas dan Disentri : Adalah BAB berlendir, berdarah, demam dan nyeri perut karena infeksi bakteri.

Pada jangka waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan kulit, dan jika dikonsumsi akan menyebabkan gangguan ginjal, gigi, dan kandung kemih. Ciri-ciri air sumur yang berkapur dapat dideteksi dari air dipergunakan untuk mencuci, busa yang dihasilkan relatif lebih sedikit, air terasa kurang segar, airnya terasa agak licin, terutama pada waktu digunakan secara bersamaan dengan sabun saat mandi dan juga jika dipanaskan / dididihkan ( dipergunakan sebagai air minum ) akan meninggalkan lapisan kerak berwarna putih di dasar wadah.

Maka dari itu, guna memecahkan masalah tersebut dilakukanlah salah satu cara alternatif yang dilakukan penelitian oleh mahasiswa UNY yaitu the water filler system. Berikut ini skema dari alat water filler system:

Cara kerja dari sistem ini yaitu pada penampungan air pertama mempunyai tiga tahap penyaringan untuk menghilangkan kesadahan air yaitu batu kerikil, pasir beton halus, dan biji kelor. Untuk masing-masing penyaring berjarak 15 cm. Pada saat air memasuki penampung air kedua, air tersebut memiliki tingkat kesadahan air yang lebih rendah. Pada bak kedua penyaringnya mempunyai tiga penyaring yaitu karbon aktif, mangan zeloit, dan pasir silika. Pada penampung air ketiga terdapat sebuah pemanas yang telah dihubungkan dengan arus listrik yang akan menghasilkan panas dan mendidihkan air sehingga kandungan kapur dalam air dapat terpisah dan dapat atau layak untuk dikonsumsi.

            Demikian dari artikel yang telah dibuat, penulis berharap artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Dan diharapkan juga masalah kesulitan air bersih dapat diselesaikan dengan metode the water filler system maupun metode yang lain sehingga masyarakat dapat menjalani dengan kehidupan yang sehat.

 

Penyusun, 

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Peta Desa

Statistik