KILAS BALIK DESA PLOSO
Pada sekitar abad-16 masa megah dan jayanya Mangkunegaran, Desa Ploso yang saat itu masih hutan dan keramat, namun sudah dikenal oleh para bangsawan dari Mangkunegaran.
Pada saat itu ada seorang bangsawan dari Mangkunegaran yang mencari tempat keramat untuk menguji mental (bertapa) di Gunung Gede yang terletak di perbatasan Ploso – Jawa Tengah. Bangsawan tersebut bernama KENDIL WESI.
Setelah selesai uji mental di Gunung Gede, KENDIL WESI mencari lokasi untuk uji mental ( bertapa ) ditempat yang dianggap masih keramat yaitu di Gedong Dusun Ploso Desa Ploso. Setelah beberapa tahun kemudian KENDIL WESI menetap di Gedong, yang akhirnya menjadi suatu perkampungan.
Kurang lebih Tahun 1704 dari keturunan KENDIL WESI diangkat menjadi Demang yang pertama namun sampai saat ini belum bisa kami ketahui nama dari Demang yang pertama Pada saat itu Demang pertama menanam pohon Ploso didekat makam KENDIL WESI.. Maka, nama Desa Ploso diambil dari nama pohon Ploso yang ditanam oleh Demang Pertama. Setelah masa pemerintahan demang pertama selesai, untuk Desa Ploso masih di pimpin dari keturunan KENDIL WESI yang bernama KARTOJO sebagai demang yang ke dua. Dan makam Kendil Wesi sampai sekarang ini masih dianggap keramat yang dikenal dengan nama PUNDEN GEDONG. Pada masa kepemimpinan Demang KARTOJO perkampungan tersebut mulai terpimpin dan terarah sehingga masyarakat merasa tenang dan tenteram.
Setelah Demang KARTOJO wafat, diganti oleh Demang ATMOREJO yang memimpin pada tahun 1802 – 1957 (Demang III) . Pada saat kepemimpinan Demang ATMOREJO, mengingat penduduknya yang semakin banyak, maka pada saat itu mulai terjadi pemekaran wilayah atau pedukuhan. Yang semula 1(satu) dukuh menjadi 6 (enam) dukuh. Yaitu: Ploso, Mrayun, Kepuh, Pundung, Bubakan, dan Sulang.
Setelah Demang ATMOREJO wafat, digantikan oleh Demang KARTODIKROMO yang memimpin pada tahun 1858 – 1913 (Demang IV). Terkait perkembangan penduduk semakin banyak, maka pada masa kepemimpinan Demang KARTODIKROMO mengalami pemekaran pedukuhan. Yang semula 6 (enam) dukuh menjadi 12 (dua belas) dukuh. Yaitu : Ploso, Mrayun, Kepuh, Pundung, Bubakan, Sulang, Duwet, Ngelo, Bandulan, Jatisari, Pacing dan Kalitelu . Sehingga pada masa kepemimpinan Demang KARTODIKROMO Desa Ploso menjadi 12 (dua belas) pedukuhan sampai sekarang.
Adapun nama – nama pemimpin Desa Ploso sejak dahulu sampai sekarang sebagai berikut:

No NAMA TEMPAT MASA KEPEMIMPINAN
1 Belum Diketahui Dsn. Ploso s/d 1704
2 DEMANG KARTOJO Dsn. Ploso 1704 s/d 1802
3 DEMANG ATMOREJO Dsn. Ploso 1802 s/d 1857
4 DEMANG KARTIDIKROMO Dsn. Ploso 1857 s/d 1913
5 DEMANG GUNO SEMITO Dsn. Kepuh 1913 s/d 1914
5 I. WIRYODIKROMO Dsn. Ploso 1914 s/d 1947
7 MARTOHARJO Dsn. Mrayun 1947 s/d 1965
8 SUMARTO Dsn. Mrayun 1967 s/d 1968
9 S. ADISISWOJO Dsn. Ploso 1967 s/d 1968
10 JURI Dsn. Mrayun 1968 s/d 1969
11 FADELAN Dsn. Ploso 1970 s/d 1981
12 KARIMAN Dsn. Mrayun 1981 s/d 1989
13 SOKIRAN Dsn. Ploso 1989 s/d 1997
14 YACUB EFFENDI, BA (Pjs) Kec. Punung 1997 s/d 2002
15 KARTINI Dsn. Mrayun 2002 s/d 2007
16 SUTRISNO Dsn. Ploso 2007 s/d 2013
17 AGUS CAHYONO, S.Pd.I Dsn. Kepuh 2013 s/d sekarang

Peta Desa

Statistik