Rubrik

Di era digital sekarang ini, informasi mengenai apapun bisa kamu temukan di Internet. Mulai dari ilmu pelajaran, pertandingan bola, hingga berita-berita yang ramai di masyarakat bisa ditemukan melalui media sosial. Namun, banyak sekali informasi-informasi yang bertebaran itu tidak benar adanya. Hal inilah yang dinamakan dengan sebutan populer hoaks. Hoaks, atau berita palsu, merupakan berita yang tidak benar, tidak bersumber, dan dimaksudkan untuk menipu atau membohongi orang yang membacanya. Menurut Craig Silverman dalam bukunya berjudul “Lies, Damn Lies, and Viral Content” mengatakan bahwa hoaks adalah informasi atau berita yang memang sengaja disesatkan, namun diberikan seolah-olah hal tersebut adalah kebenaran.

Hoaks ini dapat bersumber dari manapun, tidak hanya media sosial, bahkan juga media massa terpercaya yang sudah memiliki izin jurnalisme resmi. Tentu kita ingat bagaimana hoaks tentang Ratna Sarumpaet pada tahun 2018 lalu. Berita ini disampaikan langsung oleh Ratna, bahwa ia dipukuli oleh orang tidak dikenal. Tanpa bermaksud menyinggung pihak manapun, pada saat itu hoaks mengenai pemukulan Ratna Sarumpaet sangat ramai diperbincangkan. Baik itu di media sosial, di media massa, ataupun di kalangan politik. Berita ini menghebohkan publik dan membuat keributan dimana-mana, dengan opini masyarakat dan politikus yang simpang siur. Namun berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, saat itu Ratna tidak sedang berada di tempat kejadian (Bandung) saat peristiwa tersebut berlangsung. Alhasil, dapat dipastikan berita tersebut merupakan hoaks, dan pada akhirnya beliau meminta maaf kepada masyarakat Indonesia melalui media sosial.

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana efek destruktif dari sebuah berita hoaks. Di era post-truth sekarang ini, informasi yang banyak beredar di publik tentu akan menimbulkan opini publik, walaupun informasi yang beredar tersebut belum tentu benar. Oleh karena itu, perlu edukasi yang benar mengenai cara melakukan filter terhadap berita palsu atau hoaks ini.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memfilter berita hoaks. Cara pertama yang paling mudah adalah melihat alamat situs berita. Contohnya, ada berita bersumber dari ‘beritaasli.blogspot.com’. Hal ini perlu kamu perhatikan keaslian beritanya. Mengapa demikian? Karena domain ‘.blogspot.com’ ini dapat dibuat dengan mudah oleh individu manapun. Sehingga, tidak ada kredibilitas mengenai beritanya. Cara yang paling mudah untuk menghindari hoaks semacam ini adalah dengan mengambil informasi hanya melalui media massa terpercaya, walaupun dalam beberapa kasus, media massa juga terlibat dalam menyebarkan berita hoaks.

Cara kedua yang dapat dilakukan adalah menghindari judul yang provokatif atau sensasional, dan hindari hanya membaca judul beritanya. Hal ini sering dilakukan oleh media massa resmi. Media massa acapkali membuat berita dengan judul yang sensasional dengan harapan orang akan tertarik untuk membaca (clickbait). Padahal, jika dibaca isi beritanya, sebenarnya tidak sensasional seperti judulnya. Oleh karena itu, bacalah berita tersebut terlebih dahulu, agar terhindar dari informasi yang salah.

Cara ketiga adalah dengan memeriksa keaslian berita ke sumber terkait atau yang biasa disebut dengan double-checking. Misalnya, ada berita di media mengenai penangkapan orang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Untuk mengecek keaslian beritanya, kamu bisa mengunjungi situs resmi organisasi terkait, seperti https://www.kpk.go.id/ untuk KPK, https://www.polri.go.id/ untuk polisi, dan lain sebagainya. Biasanya, berita-berita yang viral di media sosial yang melibatkan institusi negara, akan ada beritanya di situs resmi institusi terkait.

Cara terakhir yang bisa kamu tempuh untuk mencegah berita hoaks adalah dengan ikut atau memantau grup atau organisasi anti-hoaks. Salah satu organisasi ini adalah organisasi bernama Indonesian Hoaxes (https://www.facebook.com/TurnBackHoax/), yaitu sebuah organisasi yang berfokus pada pengcekan fakta berita-berita hoaks. Organisasi ini aktif untuk mengklarifikasi berita-berita hoaks yang beredar di Internet, sehingga kamu bisa mendapatkan informasi yang sesuai dengan fakta sebenarnya. Mereka juga memiliki situs resmi yang berisi berita hoaks yang sudah diklarifikasi, yaitu http://turnbackhoax.id/.

Kamu juga tentu dapat berpartisipasi dalam mencegah beredarnya berita hoaks dengan melakukan report di media sosial. Atau, kamu juga dapat melaporkan berita negatif ke kemenkominfo melalui email di aduankonten@mail.kominfo.go.id. Mari bersama-sama mencegah berita hoaks, dan pastikan kamu dan keluarga tidak mengkonsumsi hoaks!

 

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Efek-efek perubahan iklim saat ini terasa di seluruh dunia. Beberapa daerah akan mengalami dampaknya secara langsung seperti kemarau yang lebih panjang dan parah, sedangkan daerah lain akan mengalami banjir dan badai yang lebih sering dan intens. Ada juga daerah yang mengalami kedua-duanya secara bersamaan, yakni kekeringan dan banjir. Maka kelompok yang terkena dampak ini harus beradaptasi dengan implikasi lingkungan, ekonomi dan sosial. Perubahan iklim akan berdampak pada sumber air, risiko banjir, kesehatan, hasil pertanian, mata pencaharian, kondisi hidup, serta transportasi, terutama pada kelompok-kelompok yang rentan. Oleh karena itu strategi adaptasi dan mitigasi diperlukan dari tingkat global, nasional, regional dan lokal, termasuk di desa Ploso.

Sekrtor Pertanian menjadi sektor terdampak atas fenomena perubahan iklim. Dampak perubahan iklim berpengaruh negatif terhadap sumber daya (lahan dan air), infrastruktur pertanian (irigasi) hingga sistem produksi melalui produktivitas, luas tanam dan panen. Penurunan panen mengakibatkan ketersediaan dan kualitas pangan terganggu sehingga akses pangan setiap individu menjadi terhambat sehingga akan mempengaruhi ketahanan pangan suatu negara. Saat ini, perubahan iklim masih dapat dirasakan dengan adanya peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan, perubahan peristiwa cuaca ekstrem, dan pengurangan ketersediaan air yang semua itu tergolong dalam anasir iklim yang mempengaruhi aktivitas pertanian. Apabila hal tersebut terus berlangsung dalam periode mendatang, bencana kelaparan tentu tidak dapat dihindarkan.

Perubahan iklim membuat suhu permukaan bumi meningkat dan menyebabkan perubahan cuaca yang ekstrem yang memicu kenaikan permukaan air laut, gelombang panas, kebakaran hutan, banjir dan kekeringan di berbagai daerah. Perubahan iklim dapat berdampak pada aspek sosial dan lingkungan yang menjadi penentu kesehatan seperti berkurangnya sumber air bersih, meningkatnya perkembangbiakan beberapa mikroorganisme, sehingga berdampak pada kesejahteraan manusia seperti meningkatnya kasus kelaparan, gizi kurang dan kejadian penyakit infeksi.

Sektor pengguna energi merupakan sektor yang paling besar kontribusinya terhadap emisi gas rumah kaca. Penggunaan energi terbarukan dan konservasi merupakan mitigasi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (Sugiyono, 2006). Metode pembangkit listrik yang digunakan saat ini – terus meningkat bersumber dari batu bara – adalah penghasil gas rumah kaca yang terus meningkat. Akibat kebutuhan akan listrik yang terus meningkat, emisi gas rumah kaca Indonesia yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, diperkirakan akan bertambah pula. Melihat tren sektor energi dan kelistrikan saat ini, tingkat emisi bahan bakar fosil Indonesia akan meningkat tiga kali lipat di tahun 2030.

Intervensi masyarakat setempat diperlukan dalam penanganan perubahan iklim, diketahui juga masyarakat Ploso memiliki ikatan sosial yang kuat serta masih menerapkan nilai-nilai gotong royong. Sumber daya sosial ini penting jika melihat bagaimana kesiapsiagaan bencana berbasis kelompok dapat dijalankan terutama oleh masyarakat yang memiliki ikatan sosial yang kuat. Jenis intervensi masyarakat yang paling umum adalah struktural (memperbaiki jalan, membangun jembatan, dll.), Yang menunjukkan bahwa kelompok masyarakat mampu mengumpulkan sumber daya dan tenaga manusia yang substansial untuk melaksanakan upaya adaptasi (Choko et al., 2019).

Rekomendasi

  1. Edukasi dampak perubahan iklim kepada masyarakat desa Ploso
  2. Melakukan adaptasi di bidang pertanian, baik dengan melakukan strategi struktural dengan berfokus pada upaya perbaikan kondisi fisik, seperti pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi. Maupun strategi non-struktural yang berfokus pada pengembangan teknologi budidaya.
  3. Memperbaiki fasilitas kesehatan, penyaluran informasi mengenai dampak perubahan iklim pada kesehatan dan meningkatkan kesadaran kesehatan kepada masyarakat agar lebih memperhatikan kebersihan dan penyimpanan air, menghambat penyebaran penyakit dengan sistem pengawasan pola-pola penyakit lebih ketat.
  4. Meningkatkan pemanfaatan peralatan hemat energi dan pemanfaatan energi setempat, khususnya energi baru dan terbarukan.
  5. Menerapkan metode pengelolaan sampah berdasarkan paradigma baru, yaitu memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan.
  6. Sinergi masyarakat dan pemerintah untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Policy Brief yang lengkap bisa diunduh disini

Policy Brief Desa tangguh bencana

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Indonesia adalah negara yang kaya akan seni dan budaya. Keberagaman seni dan budaya di setiap daerahnya harus dijaga dengan baik karena seni dan budaya merupakan warisan dari leluhur yang sangat berharga. Oleh karena itu, setiap masyarakat harus mengetahui keberagaman seni dan budaya yang dimiliki agar warisan ini tidak diklaim oleh negara lain. Inventarisasi seni dan budaya menjadi penting untuk mencegah hal tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, inventarisasi berarti pencatatan atau pengumpulan data (tentang kegiatan, hasil yang dicapai, pendapat umum, persuratkabaran, kebudayaan, dan sebagainya). Inventarisasi seni dan budaya penting dilakukan di setiap daerah sebagai bukti bahwa daerah tersebut mewarisi seni dan budaya dari leluhurnya. Dengan adanya pencatatan tersebut anak cucu di generasi selanjutnya dapat mewarisi dan melestarikannya. Inilah seni dan budaya yang sudah melekat di Desa Ploso!

  1. Babad Desa Ploso

Babad adalah satu genre penulisan sejarah yang berpatokan pada memori koletif dan sejarah lisan yang berisi mengenai asal-muasal desa, kisah berdirinya desa, cerita mengenai pendiri desa, serta materialisasi dan/atau rutinisasi (ritualisasi) sebuah cerita/kisah. Menurut sejarah, Desa Ploso ini ada diawali dari kisa seorang bangsawan dari Mangkunegaran yang bernama Kendil Wesi mencari tempat keramat untuk menguji mental atau bertapa di Gunung Gede, yang terletak di perbatasan Jawa Timur – Jawa Tengah (sekarang Ploso).

  1. Kesenian Rontek

Rontek merupakan singkatan dari “ronda” dan “thethek” yaitu ronda keliling dengan memakai sebuah alat yang terbuat dari bambu berupa kentongan yang kemudian beralih fungsi sebagai alat yang digunakan untuk membangunkan warga sahur di bulan ramadhan dengan ditambah alat musik seperti saron, gong dan bedhug sehingga disebut sebagai rontek gugah sahur.  Rontek kemudian dikembangkan menjadi sebuah kesenian yang instrumen utamanya adalah kenthongan dan ditambah alat musik penunjang berupa gamelan seperti saron, kenong, kendhang, gong, bedhug serta penambahan alat musik modern yaitu symbal.

Sumber : antarafoto.com

  1. Reog Ponorogo

Reog Ponorogo adalah kesenian tradisional yang dilahirkan, melegenda, dan menjadi kebanggaan masyarakat Ponorogo dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Kesenian reog sampai saat ini telah berkembang ke seluruh penjuru Nusantara. Cerita kesenian reog Ponorogo memiliki banyak versi namun yang menarik adalah cerita kesenian ini memiliki keterkaitan dengan perjuangan Raden Katong, berdirinya kota Ponorogo, dan upaya pelestarian reog yang melegenda.

Sumber : pixoto.com

  1. Areal Makam Kendil Wesi (Punden Gedong)

Areal Makam Kendil Wesi atau Punden Gedong merupakan makam tempat cikal bakal desa Ploso. Makam ini merupakan makam tokoh sentral yang menjadi cikal bakal desa Ploso sekaligus diyakini sebagai leluhur masyarakat Ploso, yaitu Kyai Kendil Wesi. Makam ini terletak di Gedong, Dusun Ploso, Desa Ploso. Makam ini dinamakan Punden Gedong karena terletak di Gedong, daerah di dusun Ploso yang diyakini menjadi tempat pertama Kyai Kendil Wesi membangun suatu perkampungan.

  1. Masjid Alet Bandulan

Masjid Alet Bandulan merupakan tanda bahwa masyarakat Ploso menjalankan kebudayaan Islam Nusantara sebagai bagian dari aktivitas di dalam kehidupan mereka. Masjid Alet Bandulan yang terletak di dusun Bandulan desa Ploso ini memiliki arsitektur menyerupai Masjid Nabawi yang ada di Madinah atau dapat dikatakan sebagai miniatur Masjid Nabawi (Nabi Muhammad SAW). Walaupun memiliki kesan lebih mewah dari masjid di sekitarnya, hal ini tidak menjadi sebuah kesenjangan karena pembangunan masjid ini didasarkan atas gotong royong dan memuat unsur kerendahan hari dari nama “Alet” yang diberikan oleh pemilik masjid ini.

  1. Upacara Memperingati Hari Kemerdekaan dan Festival Budaya (Dokumentasi 2018)

Peringatan kemerdekaan RI adalah hal wajib yang dilakukan di setiap desa di Indonesia, bergitu juga dengan Desa Ploso. Di Desa Ploso, rangkaian Acara HUT Kemerdekaan RI dilakukan dalam 2 hari, hari pertama diisi dengan karnaval dan hari kedua terdapat prosesi upacara Kemerdekaan RI dan dilanjutkan dengan berbagai macam ajang perlombaan. Peringatan hari kemerdekaan merupakan bentuk syukur dan penghormatan atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh rakyat Indonesia, terutama oleh leluhur yang ada di Desa Ploso.

 

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Perubahan iklim merupakan perubahan pola cuaca akibat aktivitas manusia yang berlangsung lama di suatu wilayah yang berdampak terhadap kenaikan kejadian cuaca ekstrem, perubahan pola hujan, peningkatan suhu dan permukaan air laut. Adapun penyebab dari perubahan iklim meliputi peningkatan konsentrasi gas karbon dioksida, metana, nitrogen oksida dan sejumlah gas industri di atmosfer, sehingga meningkatkan suhu rata-rata permukaan bumi dan menyebabkan efek gas rumah kaca. Efek gas rumah kaca adalah terperangkapnya panas dari matahari oleh gas-gas dalam atmosfer bumi. Penyebab tingginya konsentrasi gas rumah kaca di antaranya (1) penebangan dan pembakaran hutan; (2) penggunaan bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara); (3) pencemaran air laut; (4) penggunaan pupuk buatan industri pertanian (meningkatnya gas nitrogen). Aktivitas manusia yang menyebabkan efek rumah kaca antara lain mengendarai kendaraan bermotor, penumpukan sampah, penggunaan kulkas dan air conditioner, serta penggunaan pupuk yang mengandung nitrogen di lahan pertanian dan peternakan.

 Secara umum perubahan iklim telah berdampak pada ekosistem dan manusia di seluruh bagian benua dan samudera di dunia serta berisiko besar bagi kesehatan manusia, keamanan pangan global, dan pembangunan ekonomi. Perubahan iklim berdampak sangat luas pada kehidupan masyarakat. Kenaikan suhu bumi tidak hanya berdampak pada naiknya temperatur bumi tetapi juga mengubah sistem iklim yang mempengaruhi berbagai aspek pada perubahan alam dan kehidupan manusia, seperti kualitas dan kuantitas air, habitat, hutan, kesehatan, lahan pertanian dan ekosistem wilayah pesisir.

Ditinjau dari segi pembangunan ekonomi patut diperhatikan bahwa dari sekian banyak pelaku ekonomi (IPCC, 2007a), masyarakat miskin, terutama petani, merupakan yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Hal tersebut dikarenakan kemampuan beradaptasi yang rendah, bukan hanya karena minimnya sumber daya yang dimiliki, tapi juga karena kehidupan yang amat bergantung pada sumber daya sehingga rentan terhadap perubahan iklim. Surmaini dan Faqih (2016) menyebutkan bahwa perubahan iklim yang berdampak serius pada sektor pertanian berupa perubahan pola hujan, panjang musim hujan, dan pergeseran awal musim hujan. Musim penghujan yang sebelumnya berlangsung lama akibat fenomena La Nina memicu bencana banjir dan gagal panen karena sawah terendam oleh air. Hal tersebut mengakibatkan menurunnya areal lahan panen dan produksi padi sebagai sumber pangan utama masyarakat Indonesia. Selain itu, curah hujan yang tinggi mengakibatkan naiknya kelembaban udara sehingga memicu berkembangnya gangguan oleh Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada lahan pertanaman. Hal ini tentu semakin menambah daftar panjang dampak perubahan iklim yang ada. Selain La Nina, fenomena El Niño juga memberikan dampak pada sektor pertanian. El Niño didominasi oleh penurunan curah hujan yang menyebabkan bencana kekeringan dan mundurnya waktu tanam pada musim hujan. Menurut data Kementerian Pertanian, tanaman padi yang terkena kekeringan dalam rentang 1989-2015 mencapai 350-870 ribu ha. Hal tersebut memicu kegagalan panen karena tidak tersedianya air untuk menggenangi lahan. Dampak tersebut juga dirasakan oleh Desa Ploso.

Petani di Desa Ploso merasakan musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya serta mundurnya musim hujan, hal ini menyebabkan kegagalan dalam pertanian. Dikutip dari staff desa Agus Purwowidodo dalam acara diskusi secara daring terkait permasalahan desa bersama KKN PPM-UGM unit Punung dengan Perangkat Desa Ploso bahwa “Permasalahan di Desa Ploso terkait pertanian yakni musim kering yang lebih panjang dan telah menyebabkan petani tidak dapat menanam, kelangkaan air terjadi, dan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi para petani beralih menjadi kuli, seperti kuli bangunan atau kuli yang lain.”  Tentunya hal ini sangat mengkhawatirkan, sehingga perlu suatu adaptasi tanggap dampak perubahan iklim yang terjadi di desa, terutama yang berdampak langsung pada petani.

Menurut Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim adaptasi di sektor pertanian sangat diperlukan, mengingat pertanian paling rentan terhadap perubahan iklim, sehingga adaptasi merupakan tindakan keharusan pada bidang pertanian. Hal yang dapat dilakukan misalkan mengatasi perubahan musim yang berubah, dapat dilakukan antara lain menyesuaikan waktu tanam dengan musim hujan pertama, menanam varietas tanaman pangan yang tahan terhadap suhu ekstrim, memperbaiki sistem irigasi yang lebih mampu menampung air agar pada musim kemarau panjang masih tersedia cadangan air. Beberapa petani telah menerapkan sistem pertanian organik yang tidak membutuhkan banyak air dan juga pestisida. Tentunya masih banyak lagi hal-hal yang dapat dilakukan oleh petani untuk mengatasi dampak dari perubahan iklim yang mengancam pertanian mereka. Petani dapat mencari informasi mengenai perubahan iklim dan dampak-dampak pada pertanian serta solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan mereka secara mandiri sebagai bentuk sikap kesiap-siagaan terhadap dampak perubahan iklim.

 

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Manajemen energi menurut VDI dalam Khan (2019) adalah langkah proaktif pemanfaatan energi secara efektif dan efisien yang terorganisasi dan terkoordinasi sistematik dari perolehan, konversi, distribusi, dan penggunaan energi agar sesuai dengan kebutuhan, dilihat dari sisi lingkungan dan ekonomi. Kementrian ESDM (2011) menyebutkan bahwa 80 persen pemborosan energi merupakan faktor manusia dan 20 persen merupakan faktor teknis.

 Penggunaan energi secara efektif dan efisien ditekankan kepada pengguna, terutama dari lingkup terkecil masyarakat yaitu keluarga. Penggunaan listrik untuk rumah tangga menurut Santoso dan Salim (2019) sebesar 48,28% dari konsumsi listrik nasional. Untuk itu, perlu tindakan untuk meningkatkan efisiensi pemakaian energi dengan mengupayakan penghematan dan penggunaan peralatan yang efisien. Berikut ini langkah-langkah menghemat energi di Rumah:

  1. Matikan Peralatan Elektronik jika tidak digunakan.

Peralatan elektronik seperti TV, lampu, AC, dan sebagainya jika sudah digunakan dengan semestinya maka sebaiknya dimatikan untuk menghemat energi dan tagihan listrik.

  1. Gunakan Peralatan listrik Hemat Energi.

Hemat energi berarti peralatan listrik mengkonsumsi daya yang sedikit untuk performa yang sama atau dengan kata lain kinerjanya efisien (Rugi-rugi sedikit). Contoh peralatan listrik yang direkomendasikan untuk menggunakan mode hemat energi dikarenakan konsumsi daya yang besar adalah AC, kulkas, mesin cuci, dan sebagainya.

  1. Atur suhu AC sesuai keadaan.

Saat ruangan berAC, jangan sampai jendela atau pintu terbuka karena akan terkontaminasi suhu dari luar ruangan sehingga membuat kinerja AC semakin berat. Hal ini juga berlaku pada kulkas dimana pintu kulkas harus dipastikan ditutup secara rapat.

  1. Gunakan air sesuai kebutuhan.

Selain energi listrik, air merupakan salah satu energi sumber kehidupan. Bagi sebagian masyarakat, air juga bisa dipompa menggunakan pompa air yang ditenagai oleh listrik. Penggunaan air sehari-hari berbanding lurus dengan kinerja pompa air.

  1. Hindari standby power.

Standby power adalah daya yang dikonsumsi saat peralatan listrik sedang tidak digunakan. Nama lain dari daya ini adalah Vampire Power. Walaupun konsumsi daya yang dikonsumsi kecil, tetapi jika dilakukan oleh banyak orang maka sama saja porsinya menjadi besar. Contoh kecil dari standby power adalah TV, radio, dan charger HP yang masih belum dicabut colokannya.

  1. Gunakan lampu LED

Keuntungan yang menonjol dari lampu LED dibandingkan dengan lampu tradisional lainnya adalah masa hidup yang panjang dan efisiensi yang tinggi (hemat energi). Oleh karena itu, sangat direkomendasikan untuk gedung-gedung menggunakan lampu jenis ini.

  1. Sesuaikan jumlah lampu dengan luas ruangan.

Dua faktor penting pada lampu yaitu lumen dan lux. Fator-faktor ini digabungkan dengan luas ruangan akan didapatkan jumlah lampu yang akurat. Jumlah lampu yang tepat tentu saja membuat suatu ruangan tersinari dengan proporsi yang ideal sekaligus menghemat energi.

 

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

1.PRA BENCANA

  • Pahami istilah peringatan bahaya banjir dan tingkat kerentanan tempat tinggal terhadap banjir
  • Melakukan persiapan untuk evakuasi seperti rute evakuasi dan daerah yang lebih tinggi
  • Simpan dokumen dan benda berharga di tempat yang aman
  • Mempersiapkan Tas Siaga Bencana
  • Melakukan kegiatan yang dapat mengurangi risiko banjir seperti
  • Menentukan lokasi dan jalur evakuasi bila terjadi banjir
  • Penataan daerah aliran sungai sesuai fungsi lahan secara tepat
  • Tidak membangun rumah di pinggir sungai
  • Memasang pompa untuk daterah yang lebih rendah dari laut
  • Melakukan program penghijauan di daerah hulu sungai
  • Membudayakan membuang sampah pada tempatnya (tidak ke sungai)
  • Membudayakan kerja bakti membersihkan saluran air

2.SAAT BENCANA

  • JANGAN PANIK!!
  • Saat terjadi banjir, simak informasi dari berbagai sumber dan ikuti instruksi dari petugas untuk evakuasi
  • Segera evakuasi diri ke tempat yang tinggi dan jangan berjalan di arus air, apabila berjalan di arus air perhatikan pijakan anda
  • Waspada terhadap arus bawah, saluran air dan kubangan air serta risiko banjir bandang
  • Matikan sumber listrik dan jangan menyentuh barang-barang bermuatan listrik ketika terendam air
  • Jika air terus naik, pindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi dan segera hubungi pihak berwenang untuk meminta bantuan

3.PASCA BENCANA

  • HINDARI AIR BANJIR karena kemungkinan terkontaminasi zat-zat berbahaya seperti urin tikus dan ancaman kesetrum
  • Hindari air yang bergerak dan area dengan air yang baru surut karena berisiko ambles
  • Perhatikan kesehatan dan keselamatan dengan mencuci tangan dengan air bersih dan sabun saat terkena air banjir
  • Hindari berdiri dekat tiang listrik, pohon dan bangunan yang berpotensi roboh
  • Buang makanan yang terkontaminasi air banjir
  • Pantau informasi dari media atau petugas mengenai kondisi air dan perolehan bantuan
  • Bersihkan rumah dari sisa-sisa kotoran menggunakan antiseptik setelah air surut
  • Siapkan air bersih untuk minum agar terhindar dari diare
  • Lakukan pemberantasan sarang nyamuk
  • Memperbaiki jamban dan saluran pembuangan air limbah

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

1.PRA BENCANA

  • Persiapkan sirine untuk memberitahu lingkungan bila terdapat kemungkinan terjadi longsor
  • Hindari daerah rawan bencana untuk pembangunan pemukiman dan fasilitas lainnya
  • Dirikan bangunan dengan fondasi yang kuat dan lakukan pemadatan tanah di sekitar perumahan
  • Relokasi jika diperlukan
  • Terasering dengan sistem drainase yang tepat.
  • Mengurangi tingkat keterjalan lereng permukaan maupun air tanah. Perhatikan fungsi drainase agar tidak tersumbat atau meresapkan air ke tanah
  • Membuat bangunan penahan, jangkar dan pilling
  • Menanam tanaman yang berakar kuat, banyak dan dalam serta mengatur jarak tanam yang tepat
  • Pembuatan tanggul penahan untuk runtuhan batuan
  • Membuat selokan yang kuat untuk mengalirkan air hujan dan waspada ketika curah hujan tinggi
  • Jangan menggunduli hutan dan menebang pohon sembarangan
  • Penutupan rekahan di atas lereng untuk mencegah air masuk secara cepat ke dalam tanah

2.SAAT BENCANA

  • JANGAN PANIK!!
  • Apabila mendengar suara sirine peringatan longsor, segera evakuasi diri ke zona evakuasi atau menuju titik kumpul yang telah ditentukan
  • Segera evakuasi diri menjauhi suara gemuruh datangnya longsor
  • Bila tidak memungkinkan untuk melarikan diri, lingkarkanlah tubuh anda seperti bola/posisi meringkuk dengan kuat dan lingungi bagian kepala

3.PASCA BENCANA

  • Hindari wilayah longsor karena kondisi tanah yang belum stabil
  • Waspada terhadap longsor susulan akibat hujan
  • Jika mendapati seseorang tertimpa reruntuhan, segera panggil bantuan yang kompeten. Jangan menyelamatkan seorang diri karena berbahaya
  • Pelajari cara memberikan pertolongan pertama karena kemungkinan bantuan akan datang terlambat
  • Gunakan sepatu dan peralatan khusus jika ikut membantu evakuasi
  • Pastikan kondisi tanah yang jadi pijakan cukup kuat
  • Perhatikan untuk memperbaiki pondasi rumah dan relokasi jika diperlukan

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

1.PRA BENCANA

  • Atur perabotan seperti lemari menempel pada dinding (diikat/dipaku) untuk menghindari jatuh/robih saat terjadi gempa
  • Atur benda berat berada pada bagian bawah
  • Cek kestabilan benda yang menggantung dan berpotensi untuk jatuh (contoh: lampu, dll)
  • Matikan aliran air, gas dan listrik saat tidak digunakan
  • Simpan bahan mudah terbakar pada tempat yang aman dan tidak mudah pecah untuk menghindari terjadi kebakaran
  • Perhatikan letak pintu, elevator/lift, dan tangga darurat untuk memudahkan evakuasi saat terjadi gempa
  • Tentukan jalan evakuasi yang paling aman saat meninggalkan rumah setelah terjadi gempa
  • Tentukan titik kumpul (lokasi aman dekat rumah atau bangunan/taman di luar desa)
  • Siapkan Tas Siaga Bencana dan alat pemadam kebakaran ringan
  • Pelajari cara memberikan pertolongan pertama karena kemungkinan bantuan akan datang terlambat
  • Melakukan latihan cara melindungi diri dari reruntuhan saat gempa seperti merunduk, perlindungan terhadap kepala, berpegangan pada benda yang kokoh, dan bersembunyi di bawah meja
  • Membangun konstruksi rumah yang tahan terhadap guncangan dengan fondasi yang kuat
  • Memperhatikan daerah rawan gempa bumi dan aturan seputar penggunaan lahan yang dikeluarkan oleh pemerintah

2.SAAT BENCANA

Evakuasi mandiri di dalam bangunan bertingkat

  • JANGAN PANIK!!
  • Ikuti arahan evakuasi petugas yang berwenang
  • Segera lindungi kepala menggunakan tangan atau benda yang kokoh
  • Hindari benda-benda yang bisa jatuh menimpa tubuh
  • Jika berada di lantai 1, segera keluar bangunan menuju tempat terbuka
  • Jika berada di lantai 2, segera berlindung di bawah meja yang kokoh sambal memegang kaki meja
  • Jika berada di lift, segera tekan tombol semua lantai dan keluar saat pintu terbuka. Jika pintu tidak terbuka, tekan tombol darurat
  • Jika berada di tangga, segera berpegangan pada pembatas tangga untuk menjaga keseimbangan tubuh
  • Merapatlah ke bagian bangunan yang memiliki struktur kuat, seperti sudut ruangan/dinding dekat lift
  • Jauhi kaca dan barang-barang yang menggantung
  • Jangan menyalakan korek api karena dapat mengakibatkan ledakan
  • Jangan me-reset sirkuit listrik karena dapat mengakibatkan kebakaran
  • Jangan menyentuh sakelar lampu karena dapat mengakibatkan kebakaran/ledakan
  • Untuk evakuasi keluar gedung, gunakanlah tangga darurat
  • Jika terjebak dalam ruangan dan tidak bisa bergerak, jangan menghabiskan tenaga dengan terus berteriak. Segera ketuk benda yang ada untuk mendapatkan pertolongan
  • Jangan berdiri dekat tiang, bangunan dan pohon yang berpotensi roboh

Evakuasi mandiri di dalam rumah

  • Jauhi jendela kaca, rak, lemari dan benda-benda yang menggantung
  • Hati-hati pada runtuhan benda seperti pecahan kaca, genteng dan material lainnya
  • Jika berada di tangga, segera berpegangan pada pembatas tangga untuk menjaga keseimbangan tubuh
  • Jika berada di kamar, lindungi kepala menggunakan bantal atau selimut tebal
  • Jika berada di kamar mandi, lindungi kepala dengan gayung/ember dan segera keluar ketempat yang aman
  • Jika sedang memasak, segera matikan kompor dan cabut aliran gas
  • Jika terjebak dalam ruangan dan tidak bisa bergerak, jangan menghabiskan tenaga dengan terus berteriak. Segera ketuk benda yang ada untuk mendapatkan pertolongan
  • Matikan semua peralatan yang menggunakan listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran
  • Tinggalkan catatan mengenai kondisi diri dan keluarga serta tempat evakuasi yang dituju
  • Bawalah Tas Siaga Bencana, atau barang-barang yang berharga
  • Segera pergi ke titik kumpul atau tempat pengungsian setelah keadaan aman
  • Jika mendapati seseorang tertimpa reruntuhan, segera panggil bantuan yang kompeten. Jangan menyelamatkan seorang diri karena berbahaya
  • Bantu tetangga yang memerlukan bantuan khusus seperti kelompok rentan
  • Gunakan sepatu tebal untuk melindungi diri dari serpihan kaca atau material lain

Evakuasi mandiri di dalam kendaraan

  • Saat terjadi gempa, anda akan kehilangan kendali terhadap mobil
  • Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil di kiri bahu jalan dan berhentilah
  • Ikuti instruksi dari petugas berwenang dengan memerhatikan lingkungan sekitar

3. PASCA BENCANA

  • Waspada terhadap gempa susulan
  • Segera evakuasi diri setelah gempa bumi berhenti ke tanah lapang atau tempat terbuka
  • Perhatikan reruntuhan material saat evakuasi diri
  • Apabila mendengar peringatan dini tsunami, segera lakukan evakuasi menuju tempat yang tinggi seperti bukit, dll.

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Bencana adalah peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam, non alam dan manusia yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

Jenis bencana adalah sebagai berikut:
Bencana alam

  1. Bencana akibat faktor geologi. Terjadi di permukaan bumi. Contohnya: gempa bumi, tsunami dan gunung meletus
  2. Bencana akibat faktor hydrometeorologi. Berhubungan dengan perubahan iklim di bumi. Contohnya: banjir, tanah longsor, kekeringan, dan angin topan

Bencana non alam

  1. Bencana akibat faktor biologi. Penyakit yang menyerang makhluk hidup. Contohnya: wabah penyakit manusia, penyakit tanaman/ternak dan hama tanaman
  2. Bencana akibat faktor manusia. Contohnya: konflik antar manusia dan teror
  3. Kegagalan teknologi. Contohnya: kecelakaan industri, kecelakaan transportasi, radiasi nuklir, dan pencemaran bahan kimia

Kesiapsiagaan adalah kunci keselamatan saat terjadi bencana, yaitu serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui langkah-langkah pengorganisasian tepat dengan melibatkan seluruh pihak.

Beberapa upaya untuk kesiapsiagaan:

  1. Memahami bahaya disekitar
  2. Memahami sistem peringatan dini setempat dan mengetahui rute evakuasi dan rencana pengungsian
  3. Memiliki ketrampilan untuk mengevaluasi situasi secara cepat dan mengambil tindakan secara tepat untuk melindungi diri
  4. Memiliki rencana antisipasi bencana untuk keluarga dan mempraktikkan rencana tersebut dengan latihan
  5. Mengurangi dampak bahaya melalui latihan mitigasi dan pelatihan kegawatdaruratan

Rencana kesiapsiagaan.

Miliki rencana antisipasi bencana keluarga, meliputi:

  1. Analisis ancaman di sekitar
  2. Identifikasi titik kumpul
  3. Menyimpan nomor telepon penting
  4. Ketahui rute evakuasi
  5. Identifikasi lokasi untuk mematikan air, gas dan listrik
  6. Identifikasi titik aman di dalam bangunan atau rumah
  7. Identifikasi anggota keluarga yang rentan (anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas)
  8. Menyimak informasi dari berbagai media dan sumber informasi yang resmi

Menyimpan dan menyiapkan TAS SIAGA BENCANA, meliputi:

  1. Air minum untuk 3-10 hari
  2. Makanan untuk 3-10 hari
  3. Obat P3K
  4. Obat-obatan pribadi
  5. Lampu senter dan baterai cadangan
  6. Radio/alat komunikasi lain dan baterai cadangan
  7. Sejumlah uang, tanda pengenal, nomor dan dokumen penting (akta kelahiran, sertifikat tanah/rumah, ijazah, dokumen asuransi, surat kepemilikan aset, dll) yang dimasukkan kedalam wadah tahan air
  8. Pakaian, jaket dan sepatu
  9. Pembersih higienis (tisu basah, hand sanitizer, dan perlengkapan mandi)
  10. Peralatan penunjang lainnya (peluit, sarung tangan, selotip, pisau lipat, masker dan pelindung kepala)

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Peta Desa

Statistik