Rubrik

Pestisida adalah salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari petani. Hal tersebut dikarenakan pestisida dapat memberantas hama secara mudah dan cepat, memberantas rerumputan di sekitar tanaman, menekan kehilangan hasil karena hama, menghemat tenaga, waktu dan mengurangi biaya produksi. Keuntungan tersebut menjadikan pestisida menjadi input wajib dalam kegiatan budidaya. Namun, keuntungan-keuntungan yang dirasakan dapat membutakan beberapa petani terhadap kerugian tidak langsung, seperti residu yang tertinggal di tanaman, pencemaran lingkungan, menekan biodiversitas alam, dan beresiko mengakibatkan penyakit kanker, kerusakan genetik, kemandulan dan bayi lahir cacat.

Adanya risiko bahaya dalam pengaplikasian pestisida dapat diminimalisir dengan cara mengikuti prosedur pengaplikasian pestisida. Namun, petani masih belum sepenuhnya memenuhi prosedur  tersebut sehingga edukasi mengenai hal ini perlu dilakukan. Kesalahan penggunaan pestisida yang perlu ditinggalkan diantaranya tidak menggunakan kacamata, baju lengan pendek, topi, respirator/masker, sarung tangan, dan baju lengan panjang sebagaimana gambar berikut.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, petani harus menggunakan beberapa alat pelindung diri (APD), diantaranya topi, kacamata, respirator, baju berlengan panjang, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu boot, sebagaimana pada poster di bawah.

Selain menggunakan APD, petani juga harus mengikuti 6 Tepat pengaplikasian pestisida, yaitu tepat sasaran, tepat mutu, tepat dosis, tepat cara, tepat jenis, dan tepat waktu.

  1. Tepat Sasaran
    Tepat sasaran adalah pestisida yang digunakan harus sesuai dengan jenis OPT yang akan dikendalikan/menyerang.
  2. Tepat Mutu
    Tepat mutu adalah pestisida yang digunakan harus bermutu baik.
  3. Tepat Jenis Pestisida
    Tapat jenis adalah pestisida yang dipilih sesuai dengan yang dianjurkan untuk mengendalikan suatu jenis OPT pada suatu jenis tanaman.
  4. Tepat Waktu Penggunaan
    Waktu penggunaan pestisida harus tepat, yaitu pada saat OPT mencapai ambang pengendalian sebagaimana diatur dalam Pengendalian Hama Terpadu.
  5. Tepat Dosis
    Tepat dosis adalah dosis pestisida sesuai dengan rekomendasi anjuran pada kemasan.
  6. Tepat Cara
    Tepat cara adalah pestisida harus diaplikasikan secara tepat, seperti disemprotkan dengan memakai alat pelindung diri sebagaimana yang disebutkan di atas.

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Energi listrik merupakan energi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Di sisi lain, jika kita tidak berhati-hati dalam menggunakannya, kecelakaan bisa terjadi. Energi listrik tidak dapat dilihat tetapi bisa dirasakan.

Dalam kehidupan sehari-hari, salah satu kecelakaan yang sering diakibatkan oleh listrik yaitu hubungan arus pendek atau korsleting listrik serta sengatan listrik (kesentrum). Korsleting listrik adalah keadaan di mana arus listrik yang mengalir sangat besar karena medium atau tahanan listrik yang kecil. Akibatnya, akan terjadi percikan hingga kebakaran/ledakan. Tahanan listrik bisa berupa udara, benda padat, benda cair, manusia, dan lain sebagainya. Jika tahanan listrik berupa benda cair atau padat yang mudah terbakar karena panas, maka akan menimbulkan ledakan atau kebakaran pada rumah. Lebih lanjut, jika tahanan listrik berupa manusia maka orang tersebut mengalami sengatan listrik atau kersentrum.

Berikut ini cara-cara agar terhindar dari bahaya listrik:

  1. Sebelum memulai suatu pekerjaan, baik berhubungan dengan listrik maupun tidak, alangkah baiknya kita senantiasa untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, supaya berkah dan dapat selamat dari mara bahaya.
  2. Jika ingin menggunakan stop kontak, keringkan tangan terlebih dahulu hingga benar-benar Apabila stop kontak tersebut basah jangan digunakan terlebih dahulu, tetapi tunggu sampai kering dengan sendirinya atau menggunakan pengering.
  3. Jangan sekali-kali menyentuh stop kontak atau ujung kabel dengan tangan kosong karena berpotensi besar untuk terkena sengatan listrik.
  4. Beri edukasi kepada anak-anak agar tidak bermain-main dengan peralatan listrik.
  5. Beri penutup untuk stop kontak yang berisiko dapat dijangkau oleh anak-anak.
  6. Gunakan stop kontak sesuai porsinya. Jangan gunakan sampai menumpuk pada satu tempat karena bisa menyebabkan panas pada plastik, sehingga meleleh dan terbakar.
  7. Jika ingin memasang stop kontak di rumah, lokasi stop kontak tidak boleh berada di dekat tempat lembab seperti kamar mandi, wastafel, dan lain sebagainya. Lebih lanjut, jika ingin memasang saklar lampu maka sebaiknya di luar kamar mandi, bukan di dalam.
  8. Jika ingin memasang peralatan instalasi listrik, gunakan jasa instalasi listrik yang bersertifikat SLO (Sertifikat Layak Operasi) dan bermutu.
  9. Rutinkan pemeriksaan, perawatan, dan konsultasi instalasi listrik rumah dengan ahlinya.

 

Penyusun,

Tim KKN PPM Punung-Pacitan UGM 2020

Manusia yang hidup didunia ini tidak ada yang kekal dan abadi, kita semua pasti akan merasakan yang namanya mati / meninggal dan kita nanti pasti akan merasakan alam kubur yaitu alam yang merupakan awal persinggahan menuju akherat, alam kubur merupakan lubang neraka bagi orang kafir dan munafik, namun merupakan taman bagi orang mu’min.

Ada siksa didalam kubur atas maksiat yang dilakukan manusia didunia seperti: dusta, melalaikan sholat, zina, riba, berprasangka buruk dan perbuatan-perbuatan buruk yang bertentangan dengan ajaran agama.

Yang dapat menyelamatkan dari siksa kubur adalah: amal sholeh yang iklas karena Allah, melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi laranganya.

Yang dilindungi Allah dari siksa kubur adalah orang yang mati syahit, orang yang menjaga perbatasan dari musuh, orang yang meninggal pada hari jum’at, orang yang meninggal karena menderita sakit perut dsb.

Setelah  hari akhir terjadi nanti manusia akan mengalami yang namanya alam akherat yang merupakan tempat penghisapan amal dan dosa yang di lakukan manusia semasa hidup di dunia, manusia yang banyak amalnya akan masuk surga dan manusia yang banyak dosanya akan masuk neraka.

 

Neraka : Yang masuk kedalam neraka adalah orang orang kafir, kemudian orang-orang mu’min yang berdosa, kemudian orang orang munafik. Dari setiap seribu orang yang masuk adalah 999 orang. Neraka mempunyai tujuh pintu. Apinya lebih panas tujuh puluh kali dari api dunia. Siksaan yang paling ringan di neraka adalah orang yang kedua telapak kakinya beralaskan bara api sehingga otaknya mendidih. Dalam neraka terdapat pembakaran kulit, pelelehan, penghangusan, penyeretan, belenggu dan rantai. Neraka dasarnya sangat dalam sekali, apabila seorang anak yang baru lahir dilemparkan kedalamnya, setelah tujuh puluh tahun baru mencapai dasar tersebut. Bahan bakarnya adalah orang-orang kafir dan batu, udaranya angin yang sangat panas, naunganya asap yang hitam pekat, pakaianya api yang memakan segala sesuatu tanpa meninggalkan sisa.

 

Surga : Kediaman orang-orang mukmin. Bangunannya terbuat dari perak dan emas, adukanya dari minyak kasturi, kerikilnya dari mutiara dan batu permata, dan debunya dari za’faran. Surga mempunyai delapan pintu. Disurga mempunyai seratus tingkatan, jarak antara satu tingkatan ke tingkatan yang lainya seperti jarak antara langit dan bumi. Tingkatan yang paling tinggi adalah syurga firdaus. Sungai-sungai surga adalah susu, madu, kamr dan air yang mengalir tanpa arus, yang pasti kenikmatan syurga tidak dapat di bayangkan kenikmatanya oleh manusia di dunia. Bidadari syurga semuanya cantik jelita, perawan, penuh cinta kasih dan umur mereka sebaya. Yang masuk pertama kali ke syurga adalah Nabi Muhammad SAW dan para nabi. Ahli surga yang paling rendah tingkatanya adalah orang yang berangan-angan sesuatu lalu diberi sepuluh kali lipat darinya.     

 

Dari;TAFSIR AL-USYR AL-AKHIR DARI AL QUR’AN AL-KARIM

Oleh; Dwi Prasetya

Peta Desa

Statistik